alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Nasional
icon featured
Nasional

Hamid Noor Yasin: Omnibus Law Cipta Kerja Jangan Rusak Lingkungan

17 Februari 2020, 09: 51: 59 WIB | editor : Bayu Wicaksono

Hamid Noor Yasin: Omnibus Law Cipta Kerja Jangan Rusak Lingkungan

JAKARTA – Anggota DPR RI Komisi IV Hamid Noor Yasin mengingatkan agar regulasi berkaitan dengan kerusakan lingkungan dapat cermat pada penyusunan maupun praktiknya. Saat ini, pemerintah sedang melakukan penyusunan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Menurut politisi PKS ini, jangan sampai undang-undang yang selama ini baik jadi tereliminir. Bahkan bila perlu undang-undang yang belum diterapkan harus dipertegas untuk melindungi segala ancaman kerusakan lingkungan.

Di sisi lain, undang-undang omnibus law diharapkan menjadi stimulus bagi tumbuhnya investasi dalam negeri. Seperti pada undang-undang yang sedang berjalan yakni, Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup merupakan salah satu Undang-undang yang akan dimasukkan dalam omnibus law.

”Saya mengingatkan agar Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja tidak merusak lingkungan hidup dan mampu mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” tegas dia.

Legislator asal Jawa Tengah IV ini menjelaskan, kebijakan ekonomi tanpa mengindahkan lingkungan akan membuat lingkungan rusak dan mengancam kepentingan generasi yang akan datang. Pembuatan kebijakan sangat penting mendasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan yang menyeimbangkan antara aspek ekonomi, lingkungan dan sosial. Karena bila melanggar asas-asas ini, maka akan memunculkan berbagai masalah kedepan.

”Penyebab utama terjadinya banjir dan kekeringan panjang adalah perilaku kegiatan ekonomi dengan praktik pembukaan areal berhutan yang berada di kawasan hulu. Misal pembangunan vila tanpa mempedulikan lingkungan. Rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi lebih besar dari yang dihasilkan melalui kegiatan ekonomi,” urai Hamid.

Pihaknya akan menjadi garda depan untuk mengawal agar Undang-undang Cipta Kerja tetap mengedepankan perlindungan lingkungan. 

(rs/adi/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia