alexametrics
Kamis, 02 Apr 2020
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Cabang Robotic Pikat Peserta Crescenta di MAN 1 Surakarta

17 Februari 2020, 17: 39: 10 WIB | editor : Perdana

Peserta lomba Olimpiade IPA

Peserta lomba Olimpiade IPA (FAJAR NUR-INGGIT SHIVANNI/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Competition and Creation of Science and Technology in Aplication (Crescenta) kembali digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta, Sabtu (15/2). Diikuti 318 dari 44 sekolah SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Jawa. Ajang bertajuk “Science is a Rifle to Bent Down the Civilization” ini melombakan cabang Teknologi Tepat Guna, Olimpiade Matematika, Olimpiade IPA, Lomba Cerdas Cermat (LCC), Robotic, dan Majalah Dinding (Mading).

Acara dibuka lewat simbolis pemukulan gong oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Kota Surakarta H. Musta’in Ahmad didampingi Kepala MAN 1 Surakarta H. Slamet Budiyono. Musta’in Ahmad menyebut Islam adalah agama kemajuan. Menempatkan ilmu pengetahuan sebagai penuntun kemajuan. Ilmu pengetahuan yang dilandasi dengan nilai-nilai agama. Serta membawa kemanfaatan bagi manusia.

“Crescenta merupakan aktualisasi dari Islam yang berkemajuan. Di sini peserta berkompetisi untuk jadi yang terbaik. Siswa madrasah harus dibiasakan dengan budaya kompetisi. Agar mereka bisa menjadi generasi muda berkarakter dan berprestasi. Semoga Crescenta bisa terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. Sekaligus sebagai syiar madrasah ke masyarakat,” ucapnya.

Crescenta merupakan salah satu kegiatan siswa dari Program Studi (Prodi) Boarding School di MAN 1 Surakarta. Bertujuan mengasah kemampuan dan life skill dalam hal teknologi dan riset. Crescenta kedelapan ini berlangsung sehari di gedung utama sekolah setempat.

Panitia Crescenta terpaksa membatasi jumlah peserta tahun ini. Padahal, pendaftarnya lebih dari 400 orang. “Panitia membatasi hanya 300-an peserta saja. Banyak yang ditolak demi kelancaran acara,” terang Ketua Program Riset dan Sains Man 1 Surakarta Rusdi Mustapa.

Lathifah Safiinatu Najaah, guru pendamping salah seorang peserta mengaku ajang ini sangat tepat untuk pengembangan potensi siswa. “Biar anak-anak tambah pengalaman. Banyak hal menarik dari lombaan ini. Apalagi cabang lombanya bervariasi,” ungkapnya. 

Terpisah, cabang lomba robotic baru dua tahun ini diselenggarakan. Sebagai host, MAN 1 punya segudang prestasi. Di antaranya juara nasional kompetisi robotic di Banten pada 2017. Disusul juara kompetisi robotic di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta pada 2018. Serta medali emas kompetisi robotic di Thailand, 2019 lalu. (mg3/mg5/fer)

(rs/fer/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia