alexametrics
Kamis, 09 Apr 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Sri Mulyani:Balon Kader yang Tidak Dapat Rekomendasi Harus Tetap Solid

19 Februari 2020, 07: 20: 59 WIB | editor : Perdana

Bupati Klaten Sri Mulyani mendapat rekomendasi dari DPP PDIP untuk kembali melaju pada Pilkada 2020.

Bupati Klaten Sri Mulyani mendapat rekomendasi dari DPP PDIP untuk kembali melaju pada Pilkada 2020. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP bakal mengumumkan secara resmi calon kepala daerah yang akan berlaga pada Pilkada 2020, hari ini (19/2). Kepala daerah incumbent yang nama-namanya muncul ke publik pun optimistis pulang membawa rekomendasi itu. 

Bupati Klaten Sri Mulyani di hadapan warga Juwiring kemarin meminta doa restu melanjutkan pembangunan Kabupaten Klaten. Dia mengaku secara resmi telah diberikan rekomendasi sebagai calon bupati saat diundang di DPP PDIP pada Minggu (16/2) lalu.

“Rekomendasi, Alhamdulillah saya Sri Mulyani selaku ketua DPC PDIP Klaten dan bupati petahana telah diberikan oleh Ibu Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri) amanah melanjutkan pembangunan Klaten. Untuk calon wakil bupatinya besok saja (hari ini),” ujar Sri Mulyani pada acara sambang warga di Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring pada Selasa (18/2).

Sri Mulyani mengatakan, DPP telah mempertimbangkan sejumlah hal sebelum memberi rekomendasi kepada dia. Baik selaku kader, ketua DPC hingga bupati petahana. Terlebih lagi selama empat tahun di bawah kepemimpinan dia, pembangunan Klaten terus meningkat.

Pertimbangan lain DPP PDIP dalam memberikan rekomendasi juga melihat hasil survei yang telah dilakukan sebelumnya. Hari ini (19/2), Sri Mulyani akan kembali ke DPP PDIP. Terkait siapa pendampingnya nanti, Sri Mulyani akan memberitahukan setelah pulang dari DPP.

“Bagi kader yang mencalonkan, baik bupati dan wakil bupati dari internal, semuanya harus balik kandang. Menyukseskan dan memenangkan siapa yang diberikan (rekomendasi). Banteng kudu balik kandang, kalau tidak balik kandang kena sanksi,” tegasnya.

Sri Mulyani menegaskan, sesuai dengan pesan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto, semua kader harus hormati hasil rekomendasi. Termasuk menyukseskan dan memenangkan pilkada 23 September 2020. Bagi bakal calon (balon) yang tidak mendapatkan rekomendasi, diharapkan legawa menerima karena yang dipilih hanya satu pasang.

“Termasuk Ida (Hartono) dan Nanik (Herawati), saya ucapkan terima kasih sudah memeriahkan bursa penjaringan bupati dan wakil bupati. Saya suwun dukungan dan doanya, menyukseskan Sri Mulyani,” ucapnya.

Sebelumnya, Sri Mulyani telah roadshow di 26 PAC untuk memperkenalkan diri sebagai ketua DPC PDIP Klaten dan salah satu kandidat calon bupati Klaten. “Kami sudah memanasi mesin partai. Dalam roadshow itu dia juga menyasar ranting di 26 PAC. Termasuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pilkada nanti sehingga tidak ada yang golput.

Aris Prabowo yang menjadi kandidat kuat pendamping Sri Mulyani membenarkan bila dia telah diundang ke DPP PDIP pada Minggu (16/2) lalu.

“Sampai saat ini belum ada rekomendasi. Tidak tahu kalau besok (hari ini),” ucap singkat anggota DPRD Klaten periode 2014-2019 itu.

Sementara itu, salah satu bakal calon bupati dari kader PDIP lainnya Ida Hartono yang juga direktur Kiat Motor irit bicara. Dia memilih menunggu secara resmi pengumuman rekomendasi dari DPP PDIP yang sepengetahuan dia baru akan diumumkan pada Maret mendatang. (ren/bun/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia