alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Desa di Klaten Kembangkan Peta Digital, Apa Saja Isinya?

19 Februari 2020, 08: 10: 59 WIB | editor : Perdana

CANGGIH: Peta digital dalam Sambang Warga di Lapangan Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring, kemarin.

CANGGIH: Peta digital dalam Sambang Warga di Lapangan Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring, kemarin. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Pemerintah Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring terus berinovasi. Salah satunya pengembangan konsep desa digital. Pembangunan infrastruktur, informasi administrasi kependudukan, hingga sistem informasi spasial diterapkan dalam peta digital dua dimensi (2D).

Peta digital ini mampu menampilkan potensi desa hingga berbagai data yang diperlukankan. Dalam pengembangannya, pemerintah desa menggandeng pihak ketiga, yakni Informa Studios. Hanya saja, peta digital baru bisa diakses pada perangkat komputer. Termasuk data-datanya disimpan pada server lokal.

“Kami sebenarnya ingin mewadahi informasi desa lewat peta digital ini. Jadi saat mengakses, sudah tahu apa saja potensi yang ada. Termasuk UMKM (usaha mikro kecil dan menengah). Juga data rumah tidak layak huni (RTLH) dan program keluarga harapan (PKH),” jelas perwakilan Informa Studios Nurani Suci saat Sambang Warga di Lapangan Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring, kemarin (18/2).

Peta digital juga menampilkan batas wilayah desa bersangkutan. Membantu pemerintah desa dalam membuat masterplan. “Membangun sistem informasi spasial ini, memerlukan waktu input data sekitar satu minggu. Sedangkan pemetaan butuh tiga minggu. Tapi ya tergantung pemerintah desanya. Kebetulan Desa Pundungan berkomitmen membangun desa digital,” ucapnya.

Kadus II Pemerintah Desa Pundungan Welas Riyadi menambahkan, banyak keuntungan yang didapat dari peta digital. Membantu perangkat desa yang baru untuk mengetahui informasi geografis hingga kependudukan. Lewat penyajian data yang tepat dan akurat.

“Juga membantu menampilkan informasi mengenai data pemilik tanah. Ketika terjadi jual-beli tanah, diharapkan warga menyampaikan informasi ke desa. Nantinya data pemilik tanah dapat diketahui melalui peta digital itu,” ucapnya.

Peta digital juga menampilkan detail jumlah kepala keluarga (KK) di tiap rumah. Termasuk dengan status pekerjaan dari para penghuninya. Welas menjelaskan, informasi ini bagian dari transparansi publik. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia