alexametrics
Rabu, 01 Apr 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Purnomo Jika Tak Direkomendasi,Mau Independen atau Koalisi Tetap Susah

19 Februari 2020, 21: 38: 19 WIB | editor : Perdana

Bakal calon wali kota Surakarta dari PDIP Achmad Purnomo

Bakal calon wali kota Surakarta dari PDIP Achmad Purnomo (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

SOLO – Bakal calon wali kota Surakarta dari PDIP Achmad Purnomo sudah pasrah dengan apapun keputusan rekomendasi DPP. Dia pun siap jika ternyata rekomendasi jatuh ke bakal calon lain, Gibran Rakabuming Raka.

Pengumuman rekomendasi calon pasangan kepala daerah digelar DPP PDIP di Jakarta, hari ini (19/2). Dari sejumlah daerah yang telah mendapat rekomendasi, Solo ternyata masih belum disebut. Purnomo pun tidak tahu apa yang menjadi pertimbangan DPP PDIP sehingga rekomendasi untuk pasangan calon di Solo belum diumumkan.

”Pertimbangannya untuk Solo kok belum diumumkan, saya tidak mengerti. Ditunggu saja dengan sepenuh hati,” tutur Purnomo saat ditemui di kediamannya, Rabu (19/2).

Purnomo mengaku pasrah dengan apapun keputusan DPP PDIP. Seandainya mendapat rekomendasi, Purnomo mengatakan siap menjalankan amanat. Namun jika ternyata yang mendapat rekomendasi adalah Gibran, dia pun meyatakan siap menerima kegagalan itu. 

”Sudah saya katakan, saya pasrah. Saya siap, siap menerima rekomendasi dan siap tidak menerima rekomendasi,” papar dia.

Purnomo juga akan tegak lurus dengan DPP. Dan tidak berpikiran untuk berpindah kapal dengan mencalonkan diri melalui partai politik (parpol) lain. Seperti diketahui, selain PDIP, parpol di Solo harus menjalin koalisi agar bisa mengusung calon di pilwalkot.

”Saya tidak ada pikiran untuk itu (maju melalui parpol lain, Red). Malah kasihan msyarakat Solo,” kata pria yang kini menjabat wakil wali kota Surakarta itu.

Bagaimana dengan kemungkinan untuk maju melalui jalur independen? Dikatakan Purnomo, seandainya ada wacana untuk independen, waktunya saat ini juga sudah sangat mepet. Tidak ada waktu lagi untuk mengumpulkan syarat-syarat calon independen yang memang cukup sulit. ”Kalau misal independen, pertimbangan waktu tidak bisa,” pungkas Purnomo. (isw/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia