alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Kaum Boro Wonogiri Bisa Mudik Gratis Lagi, Pemkab Siapkan Rp 1 Miliar

19 Februari 2020, 21: 51: 16 WIB | editor : Perdana

Aktivitas di Terminal Giri Adipura Wonogiri.

Aktivitas di Terminal Giri Adipura Wonogiri. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Perantau asal Wonogiri di wilayah Jabodetabek tak perlu risau dengan biaya untuk mudik pada Lebaran tahun ini. Pemkab kembali menyediakan Rp 1 miliar untuk mudik gratis. Program ini akan menggandeng paguyuban perantau. 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Wonogiri Ismiyanto mengatakan, anggaran untuk program mudik gratis 2020 masih sama dengan 2019. 

Diperkirakan peserta mudik gratis tahun ini sekitar 2.100 orang. Jauh lebih banyak dibandingkan 2018 yang hanya sekitar 1700 orang. "Kami akan kembali menggandeng paguyuban perantau di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi," ujarnya, Selasa (18/2). 

Menurut Ismiyanto, program mudik gratis sudah masuk di ULP Pemkab Wonogiri. Tak lama lagi, akan mulai lelang di LPSE untuk pengadaan angkutannya. 

Sesepuh paguyuban perantau asal Wonogiri di Jakarta, Priyo Hadi Wahyono mengatakan, sejumlah paguyuban sudah diajak berkoordinasi dengan pemkab terkait program mudik gratis. Namun, koordinasi belum dilakukan secara resmi.

"Waktu bertemu di Wonogiri sudah ada sounding (koordinasi) dari Pak Ismiyanto kalau akan ada program mudik gratis lagi 2020. Untuk tahun ini hanya soal percepatan koordinasi lapangan biar semua gak grubak grubuk (tergesa-gesa)," ungkap dia.

Gunawan Inzaghi, salah seorang relawan pemberangkatan Mudik Gratis 2019 mengatakan, tahun lalu setidaknya 40 bus dengan 2.100 penumpang diberangkatkan dari 11 titik di Jabodetabek. Dari total 50 bus mudik gratis pemkab, dua bus dikelola Pemprov Jateng. 

"Para peserta cukup baik komitmenya. Ada yang jam 5 pagi sudah stand-by di lokasi pemberangkatan, bahkan ada yang jam 6 pagi bus sudah penuh. Tinggal menunggu komando pemberangkatan," paparnya. 

Dari masing-masing lokasi pemberangkatan, lanjut Gunawan, di Karawang tersedia tiga bus; Cikarang tiga bus, Bekasi enam bus, Bogor empat bus, Jakarta Timur empat bus, Depok dua bus, Tanjung Duren dua bus, Jakarta Barat tujuh bus, TMII dua bus; Tangerang Raya enam bus, dan paling banyak dari Tangerang Selatan 11 bus. 

"Sebagian besar pemudik adalah masyarakat dari golongan ekonomi menengah ke bawah. Seperti kuli bangunan, pedagang keliling, buruh cuci dan lainnya," pungkasnya. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia