alexametrics
Kamis, 02 Apr 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Terciduk, Remaja Hendak Buang Bayi yang Baru Dilahirkan Kekasih di Kos

19 Februari 2020, 22: 39: 04 WIB | editor : Perdana

Wahyu diperiksa di Mapolsek Jebres karena berupaya membuang bayi, Rabu (19/2).

Wahyu diperiksa di Mapolsek Jebres karena berupaya membuang bayi, Rabu (19/2). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Sepasang kekasih Wahyu Ardi Setiyawan, 19, dan Intan, 19, harus berurusan dengan anggota Polsek Jebres. Keduanya kedapatan menelantarkan bayi berjenis kelamin perempuan hasil hubungan gelap mereka.

Bayi yang baru lahir beberapa jam tersebut hendak dibuang di sekitar warung Jalan Ringroad, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Selasa malam (18/2).

Beruntung, warga setempat yang curiga dengan gelagat Wahyu segera menghampiri. Dia berkelit hendak meninggalkan bayi dengan bobot 2,1 kilogram itu dan berdalih hendak membeli susu.

“Saya mau ketemu orang. Katanya mau mencarikan orang tua baru untuk anak saya, tapi orangnya tidak datang-datang. Karena saya sama dia (Intan) sudah memiliki rencana, kalau bayinya lahir mau dikasih ke orang atau panti asuhan,” ujarnya di Mapolsek Jebres, Rabu (19/2).

Warga Tanjung Sari, Tegal Gede, Kabupaten Karanganyar itu menuturkan, bayinya lahir di indekos tanpa bantuan medis. "Jadi posisinya lagi kerja, kemudian dapat WA dari dia (Intan) sudah kerasa lahiran. Waktu sampai indekos sudah lahir anaknya. Kemudian saya bersihkan terus saya selimuti," ungkap dia.

Di awal kehamilan, lanjut Wahyu, Intan sempat tebersit menggugurkan bayinya. "Saya sebenarnya mau tanggung jawab. Tapi dia menolak saya nikahi. Katanya malu,” kata Wahyu.

Kapolsek Jebres Kompol Juliana menerangkan, percobaan pembuangan bayi digagalkan warga. Mereka curiga dengan bayi yang dibawa Wahyu terus menangis kemudian melapor ke polsek.

“Sampai di sini (Mapolsek Jebres) ketika ditanya selalu berkelit kalau bayi ini bukan anaknya. Namun setelah kita lakukan pendalaman, kita tanya baik-baik, Wahyu akhirnya mengakui bayi tersebut anaknya yang mau diberikan pada orang lain. Setelah itu kita jemput ibu si bayi, dan dia pun mengakui," bebernya.

Bayi segera dibawa ke Klinik Bhayangkara. Hasil pemeriksaan dokter, bayi mengalami dehidrasi karena sama sekali belum diberi air susu ibu (ASI). Dari Klinik Bhayangkara, bayi dirujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina.

"Ibunya juga diperiksa medis karena setelah melahirkan belum mendapat pertolongan," ujarnya.

Ditambahkan Juliana, orang tua Intan tidak mengetahui jika putrinya sedang berbadan dua. Sebab selama ini Intan tinggal di Indekos dan jarang pulang. “Setelah kita beri pengertian, kedua belah pihak keluarga sepakat akan menikahkan Intan dan Wahyu,” tutur dia. (atn/wa/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia