alexametrics
Senin, 06 Apr 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Rekomendasi di Tangan, Sri Mulyani Langsung Tancap Gas

20 Februari 2020, 08: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Pasangan calon bupati dan wakil bupati Klaten dari PDIP Sri Mulyani-Aris Prabowo menunjukkan surat rekomendasi DPP

Pasangan calon bupati dan wakil bupati Klaten dari PDIP Sri Mulyani-Aris Prabowo menunjukkan surat rekomendasi DPP (DOK PRIBADI)

Share this      

KLATEN - Sri Mulyani yang telah mengantongi rekomendasi dari DPP PDIP sebagai calon bupati Klaten berpasangan dengan calon wakil bupati Aris Prabowo menyatakan langsung tancap gas membangun koalisi dalam kontestasi pilkada.

“Kita akan melanjutkan komunikasi dengan semua partai. Merapatkan semua struktural partai dari DPC sampai ranting, anak ranting dan simpatisan,” paparnya.

Dalam waktu dekat, Mulyani-Aris akan sowan ke sejumlah sesepuh. Termasuk para kyai dan ulama, serta pondok pesantren untuk memohon doa restu dan dukungan. Tujuannya diberi kemudahan dalam menjalani tahapan pilkada.

Ketika menerima rekomendasi, Mulyani mendapatkan pesan khusus dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Krisyanto untuk berjuang keras dalam memenangkan Pilkada Klaten. Termasuk untuk  menyejahterakan seluruh warga Klaten.

Calon Wakil Bupati Klaten Aris Prabowo menuturkan lebih termotivasi setelah mendapatkan surat rekomendasi dari DPP PDIP. “Tentunya saya akan bertanggung jawab dan serius menjalankan tugas partai ini. Saya juga berharap mendapat dukungan dari masyarakat Klaten,” tutur dia.

Sementara itu, merespons pengumuman calon kepala daerah dari DPP PDIP, partai-partai lain di eks Karesidenan Surakarta semakin menguatkan kuda-kuda. Mereka intens berkomunikasi agar tidak salah langkah.

Ketua DPD PKS Klaten Marjuki mengatakan, setelah PDIP memasangkan Sri Mulyani dengan Aris Prabowo, pihaknya akan mengambil keputusan sebagus mungkin.

“Tidak romantis, tidak terlalu emosional, tidak terlalu ekstrem, yang realistis bagi PKS dengan melihat berbagai sisi pertimbangan,” jelasnya, Rabu (19/2).

DPD PKS lebih fokus mengusung kader terbaiknya untuk bisa berpartisipasi dalam pilkada September mendatang. Tetapi, Marjuki tidak akan gelap mata. “Sampai tadi malam masih ada peluang, memungkinkan semuanya. Kita belum mengunci koalisi,” jelasnya disinggung soal membangun koalisi dengan PDIP serta partai lainnya.

Marjuki yang juga merupakan  bakal calon bupati yang diusung DPD PKS itu menambahkan, bahwa politik dinamis. Termasuk dalam membangun koalisi hingga pasangan yang diusung, segala kemungkinan masih ada. Termasuk dengan PDIP yang sudah mengunci dengan pasangan Sri Mulyani-Aris Prabowo. 

Di lain sisi, Sekretaris DPC Gerindra Klaten Hariyanto mengaku legawa tidak menerima rekomendasi sebagai calon wakil bupati (Cawabup) Klaten dari DPP PDIP. Meskipun sebelunya mengikuti penjaringan dengan mendaftarkan diri melalui DPD PDIP Jawa Tengah. 

“Tidak apa-apa. Kita terima dengan lapang dada. Kenapa harus frustasi? Karena untuk mengabdi tidak harus lewat itu (calon wakil bupati). Soalnya saya di DPRD juga mengabdi,” jelas Hariyanto yang juga menjabat wakil ketua DPRD Klaten.

Hariyanto menjelaskan, DPP Gerindra mempersilakan DPC mengusung calon bupati dan wakil bupati. Siapa pun yang diusung, DPP tinggal menyetujuinya. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari Hariyanto yang tak mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP.

“Kita tunggu instruksi dari partai terkait siapa nantinya yang akan diusung. Tapi kalau dari instruksi nonformal-nya sementara memang ke arah situ (menjadi calon wakil bupati),” ucapnya.

Apa pun yang menjadi keputusan dan perintah Gerindra, Hariyanto akan mengikutinya. Saat ini, lobi-lobi dengan parpol lain masih dilakukan. Meski begitu, dia enggan menyebut parpol bersangkutan. (ren/wa/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia