alexametrics
Minggu, 29 Mar 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Gara-Gara Kaos Perguruan Silat, Warga Mojosongo Dihajar Babak Belur

21 Februari 2020, 18: 44: 39 WIB | editor : Perdana

Para pelaku pengeroyokan diamankan di Mapolsek Jebres.

Para pelaku pengeroyokan diamankan di Mapolsek Jebres. (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Lima orang pemuda berinisial SW, 33; DP, 20; GS, 20; RG, 23; dan RA, 21, diamankan jajaran Polsek Jebres, Kamis (20/2), setelah melakukan pengeroyokan kepada Riyanto, warga Mojosongo. Kelima pemuda itu terpancing emosi karena menduga korban merupakan anggota gadungan dari perguruan silat yang sama dengan para pelaku.

Kapolsek Jebres Kompol Juliana mengatakan, pengeroyokan terjadi di sebuah tempat karaoke di kawasan Jebres, Kamis (20/2) dini hari. Kejadian bermula saat para pelaku sedang merayakan ulang tahun salah seorang rekannya dengan berkaraoke. Sesaat kemudian, datang beberapa orang, termasuk korban dan berkaraoke bersama para pelaku. 

"Para tersangka (pelaku, Red) menggunakan kaos bergambar identitas salah satu perguruan silat yang ada di Kota Solo. Korban juga memakai kaos seperti itu," kata Juliana, Jumat (21/2).

Sontak, para pelaku pun penasaran, apakah Riyanto memang anggota perguruan silat seperti merka. Seorang pelaku mulai memberikan kode tertentu kepada korban. Seperti menanyakan struktur pengurusan dan gerakan silat. Namun, kode-kode yang diberikan tak direspons oleh korban. 

Korban juga sempat diajak ke kamar mandi untuk ditanyai, sebelum akhirnya mengalami luka pada bagian wajah usai dikeroyok. 

"Motif pengeroyokan dikarenakan pelaku menganggap bahwa korban merupakan anggota gadungan perguruan silat. Padahal, korban juga merupakan anggota perguruan silat yang sama dengan pelaku," beber Juliana.

Kelima pelaku pengeroyokan ditangkap di kediaman masing-masing selang beberapa jam usai kejadian. Tepatnya Kamis siang. Salah seorang pelaku merupakan petugas keamanan di tempat karaoke itu.

Juliana menyebut telah memiliki rekaman kamera pengawas karaoke sebagai bukti untuk melanjutkan proses hukum lima tersangka itu. "Ikut perguruan silat itu seharusnya menambah kawan dan saudara, bukan menambah lawan," tegas Juliana.

Sementara itu, salah seorang pelaku pengeroyokan, SW, mengaku, mereka tidak berencana untuk mengeroyok korban. Ia gelap mata dan nekat memukuli korban karena menduga korban adalah pesilat gadungan. "Tidak berencana mengeroyok. Tidak tahu kalau dia (korban) juga anggota perguruan silat," kata SW. (ves/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia