alexametrics
Kamis, 09 Apr 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Ganjar Ucapkan Duka Cita untuk Keluarga Besar SMPN 1 Turi Sleman

21 Februari 2020, 22: 29: 39 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

Share this      

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga besar SMPN 1 Turi, Sleman. Ratusan siswa SMPN tersebut mengalami kejadian nahas dihantam banjir bandang saat mengikuti susur sungai dalam kegiatan Pramuka, Jumat (21/2).

Hingga malam ini, enam orang pelajar dilaporkan meninggal dunia akibat musibah itu. Sementara enam lainnya mengalami luka-luka dan lima pelajar masih belum ditemukan.

Dikatakan Ganjar, dirinya mendapat kabar duka tersebut ketika sedang meninjau lokasi banjir dan pengungsian di Pekalongan. Ganjar langsung memberikan ucapan duka cita sebesar-besarnya kepada keluarga besar SMPN 1 Turi, termasuk keluarga para korban.

"Saya turut berduka cita atas peristiwa hanyutnya siswa SMPN 1 Turi ketika mengikuti susur sungai. Sampai malam ini saya ikuti perkembangannya, beberapa teman juga terus memberikan laporan," kata Ganjar, Jumat malam.

Ganjar menegaskan, dia telah menghubungi BPBD Jateng untuk berkoordinasi dengan BPBD DIY. Jateng siap membantu proses evakuasi maupun pencarian korban jika dibutuhkan sewaktu-waktu.

"Meski kami yakin, BPBD DIY sudah memiliki tim yang sangat bagus, tapi kami siap membantu apabila dibutuhkan," tegasnya.

Sementara itu, kepada masyarakat Ganjar juga mengimbau agar meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan saat menggelar kegiatan di alam terbuka. Sebab, risiko melakukan kegiatan atau petualangan di alam bebas cukup tinggi. 

Apalagi melihat cuaca saat ini yang tak bisa diprediksi. Bencana banjir juga menjadi ancaman di musim penghujan ini. Untuk itu, perlu menghitung persis kondisi alam sebelum memutuskan menggelar kegiatan di alam bebas.

"Mungkin itu penting untuk belajar bagaimana hidup di alam. Tapi kalau kondisinya membahayakan, lebih baik ditunda. Atau kalau memang harus dilakukan, harus dihitung betul dan dikawal oleh mereka-mereka yang ahli yang mengerti potensi yang membahayakan," pungkas Ganjar. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia