alexametrics
Sabtu, 04 Apr 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Semedi Budi Wibowo, Pensiunan Pejabat Tekuni Hobi Tanam Bonsai  

26 Februari 2020, 14: 54: 06 WIB | editor : Perdana

SALURKAN HOBI: Semedi Budi Wibowo dan koleksi bonsai di rumahnya.

SALURKAN HOBI: Semedi Budi Wibowo dan koleksi bonsai di rumahnya. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

Memasuki usia senja biasanya orang lebih memilih untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran. Berbeda dengan pensiunan pejabat satu ini. Dia lebih memilih menanam bonsai. Obsesinya membawa Wonogiri sebagai penghasil bonsai berkualitas

IWAN ADI LUHUNG, Wonogiri, Radar Solo

SIANG itu hujan cukup deras mengguyur Wonogiri. Di teras dan halaman rumah, berjejer aneka bonsai dari berbagai jenis pohon. Rumah itu ditinggali oleh Semedi Budi Wibowo, mantan kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Wonogiri. Dialah yang merawat bonsai-bonsai itu. “Sudah tua, mau apalagi? Menanam bonsai saja sudah enak. Damai rasanya,” ujarnya.

Dia mengaku dengan menanam bonsai hatinya menjadi lebih damai. Saat ini, waktunya dihabiskan untuk memantau perkembangan bonsai-bonsai miliknya. Dia juga menanam bahan bonsai sehingga saat ini lebih suka disebut petani bahan bonsai.

Pada awalnya, dia mengaku jatuh cinta terhadap tanaman bonsai secara tidak sengaja. Di akhir 2018, Semedi berkunjung ke Banjarnegara. Di sana, banyak pohon beringin yang menurutnya menarik. Lantas dia meminta batang salah satu pohon untuk ditanam menjadi bonsai. Sampai akhirnya dia keasyikan sampai sekarang menekuni dunia bonsai. 

“Dulu diajak oleh teman-teman saya tidak tertarik, tapi setelah dari Banjarnegara itu malah keterusan sampai sekarang,” kenang Semedi sambil duduk memandang bonsai-bonsai miliknya.

Ayah tiga anak ini mengaku memiliki ratusan bahan bonsai yang ditanam di lahan miliknya. Dia memperkirakan dalam dua sampai tiga tahun ke depan, bahan bonsai yang dia tanam akan menjadi bonsai yang bagus. Bahan bonsai itu kebanyakan merupakan beringin. Selain itu, ada lohansung, serut dan dalam waktu dekat akan bertambah jeruk kingkit.

Yang paling dia sukai dari bonsai adalah proses pertumbuhan dan perkembangan. Baginya, memantau bonsai berkembang sangat mengasyikan. Dia juga didukung penuh oleh keluarganya untuk menyalurkan hobinya itu. “Tidak ada yang melarang. Ke depan juga menghasilkan. Jadi usaha di waktu tua,” ungkapnya.

Di sisi lain, Semedi ingin membuktikan kepada orang-orang bahwa bonsai dapat menjadi hobi yang menghasilkan. Alumni Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) ini berkeinginan kelak Wonogiri bisa menjadi daerah penghasil bahan bonsai berkualitas tinggi. Dia dan anggota komunitas bonsai di Wonogiri berusaha mewujudkan hal tersebut. 

“Dua tiga tahun lagi saya wujudkan dengan teman-teman. Yang lain juga ada yang punya ratusan bahan bonsai. Kami akan wujudkan hal itu bersama-sama, tidak saya sendiri,” tegasnya.

Dia berani mengatakan hal tersebut karena dia juga bekerjasama dan berlatih dengan trainer untuk membentuk bonsai-bonsai berkualitas baik. (*/bun)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia