alexametrics
Selasa, 31 Mar 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Konsistensi Madhang Jaga Resep Makanan Khas Solo

26 Februari 2020, 20: 25: 14 WIB | editor : Perdana

SOSIALISASI: Seleksi dan pendaftaran UMKM dengan menu khas Kota Solo di kompleks balai kota, kemarin (25/2).

SOSIALISASI: Seleksi dan pendaftaran UMKM dengan menu khas Kota Solo di kompleks balai kota, kemarin (25/2). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Sekitar 100 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bidang kuliner berkumpul di Balai Tawangarum, komplek balai kota, kemarin (25/2). Mengikuti sosialisasi sekaligus seleksi UMKM. Tiga puluh peserta terpilih akan mendapat pendampingan dan pelatihan khusus.

Koordinator program Madhang Kota Surakarta Adinindyah menjelaskan, seleksi ini untuk menggali potensi UMKM. Terutama UMKM yang punya resep khas. “Khusus yang punya resep lama atau spesial. Bisa mencerminkan Kota Solo seperti apa. Karena itu kami harap nanti bisa menguatkan pariwisata. Akan ada pendampingan dan coaching dari pelatih-pelatih dari BEDO (Business and Export Development Organization) untuk 30 peserta ini,” paparnya.

Selanjutnya, Madhang akan mengerucutkan 30 peserta jadi 15 dengan potensi paling besar. Verifikasi faktual untuk memastikan, jika usaha yang dilakukan benar dengan resep andal. Tim pelatih dari BEDO akan membedah dapur dan melihat apa yang perlu dibantu.

“Lalu dikerucutkan lagi sampai 5 besar. Nanti ada pendampingan dari chef nasional. Ending-nya akan ada festival. Program ini mendapatkan dukungan penuh dari CSR PT. HM. Sampoerna. Tujuan utama kami, agar resep-resep itu tidak hilang. Sebab banyak resep zaman dulu yang orang sebenarnya nyari, tapi nggak ada karena itu resep lama,” imbuhnya.

Menjaga resep kuno tersebut, Madhang memadukan UMKM dengan teknologi. “Kami kupas semuanya, mulai dari higienisnya, kebersihan tempat usaha, sampai penghitungan biaya produksi,” paparnya.

Hadir dalam acara Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo. Dia mengapresiasi upaya Madhang dan Bedo dalam pendampingan UMKM kuliner. Menurutnya, banyak pengusaha kuliner berhenti di tempat setelah usahanya lancar. “Ada yang membiarkan usahanya tidak bersih tempatnya dengan alasan sudah ramai. Tidak memikirkan bagaimana besoknya,” tandasnya. (sct/irw/fer)

(rs/fer/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia