alexametrics
Selasa, 31 Mar 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Pemkab Klaten Raih Dua Penghargaan dari Kemenpan RB

26 Februari 2020, 20: 26: 55 WIB | editor : Perdana

PRESTASI: Menpan RB Tjahjo Kumolo memberikan penghargaan kearsipan kepada Bupati Klaten Sri Mulyani, kemarin.

PRESTASI: Menpan RB Tjahjo Kumolo memberikan penghargaan kearsipan kepada Bupati Klaten Sri Mulyani, kemarin.

Share this      

KLATEN -  Dua penghargaan diraih Pemkab Klaten dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), kemarin (26/2). Dinas Arsip dan Perpustakaan Klaten meraih milai 89 dengan predikat memuaskan. Sebelumnya, Senin (24/2), Pemkab Klaten menerima penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) predikat B dari Menpan RB Tjahjo Kumolo.

Program kearsipan yang dilakukan Dinas Arsip dan Perpustakaan Klaten mencapai lompatan progresif. Terbukti dari penilaian 2017, dapat predikat buruk dengan skor 31. Tahun berikutnya naik menjadi cukup. Di 2019 meraih Penganugerahan Pengawasan Kearsipan Tingkat Nasional 2019 dengan kategori memuaskan.

Penghargaan diserahkan Menpan RB Tjahjo Kumolo. Didampingi Pelaksana Harian (Plh) Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) M. Taufik kepada Bupati Klaten Sri Mulyani. Bersamaan dengan Rapat Kordinasi Nasional Kearsipan yang diikuti 108 lembaga kementerian, non-kementerian, provinsi, serta kabupaten/kota se-Indonesia.

Piagam Pernghargaan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2019

Piagam Pernghargaan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2019

Sri Mulyani meminta seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terus meningkatkan kinerja. Sehingga masyarakat dimudahkan dalam mendapat pelayanan publik. 

 “Penghargaan ini bukan tujuan akhir dan kerja belum berakhir. Saya minta insan arsiparis Klaten terus bekerja dan menjaga arsip sebagai aset bangsa. Jangan lupa membuat inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Sri Mulyani.

Di hadapan 800 peserta Rakor Kearsipan Nasional, Tjahjo Kumolo mengingatkan pentingnya pengelolaan arsip. Khususnya yang berkaitan aset pemerintah. Agar tidak jatuh ke pihak lain yang berdampak kerugian negara.

“Arsip yang berkaitan dengan aset negara harus dikelola dengan baik. Termasuk arsip pemerintah yang rawan bencana. Di Jakarta arsip instansi pemerintah ada yang rusak akibat banjir karena disimpan di bawah tanah. Saat ini rakyat membutuhkan layanan cepat. Maka tata kelola kearsipan berbasis elektronik sangat penting,” ungkapnya. 

Kepala daerah diminta memperkuat manajemen kearsipan. Mulai penataan arsip inaktif, identifikasi arsip yang tercipta, penataan arsip aktif, menyusun jadwal retensi arsip, dan menyusun daftar arsip aktif. Selain itu, lembaga arsip daerah diminta menilai dan mengakuisisi arsip statis, pengelolaan, preservasi arsip statis, dan akses arsip statis.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Klaten Syahruna menambahkan, aspek inovasi, ketaatan aturan, dan ketersedian sarana-prasarana kearsipan terus dibangun setahun terakhir.

“Kami sudah melakukan berbagai inovasi. Mulai dari aplikasi iKlaten (perpustakaan digital), Bejanake (bus jemput anak sekolah baca buku), Titip Bejanaku (titip benda arsi digitalku), dan Ulat Kupu (pelatihan komputer untuk masyarakat kurang mampu). Sampai sekarang antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan semakin meningkat,” paparnya. (ren/oh/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia