alexametrics
Selasa, 31 Mar 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Harga Bawang Terpantau Turun, Ayam naik

27 Februari 2020, 16: 05: 02 WIB | editor : Perdana

RINGANKAN BEBAN MASYRAKAT: Pasar murah bawang putih di Pasar Gede Solo, program Kementerian Pertanian diserbu warga, belum lama ini.

RINGANKAN BEBAN MASYRAKAT: Pasar murah bawang putih di Pasar Gede Solo, program Kementerian Pertanian diserbu warga, belum lama ini. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Harga bawang putih sempat meroket di sejumlah pasar tradisional Kota Bengawan, beberapa waktu lalu. Kinim harganya berangsur turun. Kendati demikian, harga daging ayam potong dan telur merangkak naik.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo di Pasar Legi, kemarin (26/2), harga bawang putih kating turun dari Rp 43 ribu jadi Rp 38 ribu per kilogram (kg). Harga ini diprediksi masih terus berubah. Disebabkan belum stabilnya stok bawang putih di pasaran. Imbas penghentian keran impor bawang dari Tiongkok. 

“Harga bawang putih belum stabil. Kadang seminggu naik, seminggu kemudian turun. Sekarang harga bawang putih kating turun dari Rp 760 ribu jadi Rp 680 ribu per karung isi 20 kg. Bawang putih sinco turun dari Rp 600 ribu jadi Rp 520 ribu per karung,” ujar distributor bawang putih Pasar Legi Supri.

Jarini, 57, pedagang bawang Pasar Gede mengaku penurunan harga sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Penurunan harga paling banyak terjadi pada bawang putih sinco. “Semula Rp 45 ribu sekarang jadi Rp 36 ribu per kg. Enggak tahu ini, harganya naik-turun. Dari distributor seperti itu,” bebernya. 

Sementara itu, harga daging ayam potong dan telur cenderung naik. Kenaikan disebabkan mahalnya harga ayam hidup dan telur dari peternak. Hariati, 57, pedagang daging ayam potong Pasar Gede mengeluh pembeli sepi. Sejak harganya naik sepekan terakhir. 

Diprediksi harga terus merangkak naik jika stok dari peternak menipis. Kenaikannya cukup signifikan. Harga telur ayam mencapai Rp 27-28 ribu per kg. 

“Harga ayam hidup dari peternak sudah mahal. Awalnya Rp 18 ribu, sekarang naik jadi Rp 22 ribu per ekor. Kalau sudah jadi ayam potong semakin mahal. Semula daging ayam potong Rp 28 ribu, sekarang Rp 34 ribu per kg. Kemarin harga sempat turun saja sepi pembel. Apa lagi sekarang harga naik. Kondisi di pasar memang sedang lesu,” keluhnya. (mg4/aya/fer)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia