alexametrics
Kamis, 02 Apr 2020
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar
Waspada Hujan Intensitas Tinggi

2 Hari, Musibah Longsor Terjadi di 10 Lokasi Karanganyar

27 Februari 2020, 21: 39: 08 WIB | editor : Perdana

Bangunan rumah yang rusak diterjang longsor di Desa Kemuning, Ngargoyoso.

Bangunan rumah yang rusak diterjang longsor di Desa Kemuning, Ngargoyoso. (RYAN AGUSTIONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Dalam dua hari terakhir, Rabu-Kamis (26-27/2), musibah longsor terjadi di 10 titik di Karanganyar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah warga mengalami kerugian materiil karena bangunan rumah yang rusak.

Musibah longsor terjadi di Dusun Badan, Desa Kemuning, Ngargoyoso; Dusun Segulo, Desa Wukir Sawit, Jatiyoso; Dusun Girimulyo, Desa Trengguli, Jenawi; Dusun Potrojalu, Desa Girimulyo, Ngargoyoso. Kemudian di Dusun Melikan dan Guntur, Desa/Kecamatan Ngargoyoso; Bandardawung, Tawangmangu; Desa Plosorejo, Kerjo; Dusun Kandang Menjangan, Desa/Kecamatan Karangpandan; dan Desa Gerdu, Gondangrejo.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar telah melakukan cek lokasi di 10 titik longsor tersebut. Salah satu warga yang rumahnya terdampak musibah longsor adalah Joko Susanto, 42, di Dusun Badan RT 4 RW 4, Desa Kemuning, Ngargoyoso. 

Perigi setinggi 7 meter yang berada di belakang rumah korban mengalami longsor dan menyapu bangunan rumah bagian belakang. Di antaranya dapur, gudang, kamar mandi, serta pedaringan.

”Saat kejadian kami sekeluarga sedang berada di ruang tamu. Longsor terjadi Rabu (26/2) pukul 18.30. Tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Hanya memang hujan deras sejak siang hari dan malamnya terdengar bunyi keras seperti suara petir. Kami sekeluarga sempat kaget,” ucap Joko kepada Jawa Pos Radar Solo di lokasi, Kamis (27/2).

Selain Joko, musibah longsor itu juga mengenai rumah berlantai dua milik Sri Sumiyati, 60. Atas saran BPBD, dua kepala keluarga (KK) diminta segera mengungsi sebagai antisipasi terjadinya longsor susulan. 

”Keluarga kami ada empat orang, sedangkan keluarga Sri Suiyatmi ada enam orang,” papar Joko.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar Bambang Djatmiko mengatakan, pihaknya sudah mangantisipasi dan memasang rambu-rambu di sejumlah titik rawan longsor. BPBD juga sudah mendata dan memberikan bantuan logistik kepada korban rawan longsor.

”Sudah kami antisipasi dengan terpal dan rambu-rambu. Harapannya tidak terjadi longsor susulan. Curah hujan di siang hari tidak begitu tinggi, namun durasinya lama sehingga terjadi longsor,” ucap Bambang.

Ditambahkan dia, Matesih, Ngargoyoso, Karangpandan, Tawangmangu, dan Jatiyoso merupakan wilayah yang diguyur hujan berintensitas tinggi akhir-akhir ini. BPBD sudah berkoordinasi dengan relawan untuk berjaga-jaga di sejumlah posko rawan bencana jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. (rm1/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia