alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Mundur Lagi Gara-Gara Korona, APG Filipina Akhirnya Bakal Digelar Mei

28 Februari 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Atlet tenis meja NPC tengah bermain headis saat sesi pelatnas di Hartono Trade Center, kemarin.

Atlet tenis meja NPC tengah bermain headis saat sesi pelatnas di Hartono Trade Center, kemarin. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Waktu pelaksanaan ASEAN Para Games (APG) 2020 di Filipina mulai menemukan titik terang. Dua kali jadwal ditunda dengan berbagai alasan berbeda, kini rencananya pesta olahraga untuk atlet disabilitas se-Asia Tenggara tersebut akan digelar Mei mendatang. Ini usulan langsung dari tuan rumah Filipina. 

Sebelumnya, APG episode kesepuluh ini mengalami dua kali penundaan. Awalnya dijadwalkan berlangsung pada 18 sampai 24 Januari 2020. Tetapi harus ditunda karena Filipina krisis finansial. Kemudian, 20 hingga 28 Maret 2020 jadi jadwal yang ditunjuk. Sayangnya, pertandingan  kembali ditunda dengan alasan virus korona yang merebak dari Tiongkok dan telah mewabah ke sejumlah negara.

”Kami tentu berharap ada kepastian. Karena kasihan teman-teman kalau kembali mundur jadwalnya. Kejenuhan memang seperti hinggap karena mundurnya jadwal ini,” ucap salah satu atlet tenis meja National Paralympic Committee (NPC) Indonesia David Jacobs.

Beberapa pihak tentu berharap jika Mei bisa jadi jadwal final dari event APG musim ini. ”Terdapat dua opsi yang ditawarkan Filipina. Yaitu dimulai 17 Mei atau 26 Mei. Sekarang masih dalam proses pembahasan,” terang Wakil Sekjen NPC Indonesia Rima Ferdiyanto.

Adanya kabar jika APG Filipina 2020 bisa digelar dalam waktu dekat, membuat pelatnas NPC Indonesia tetap berjalan. Sebelumnya, NPC berencana membubarkan pelatnas karena pihak Filipina baru akan merealisasikan APG pada September mendatang. 

”Kalau APG September, tidak ada dana untuk membiayai pelatnas. Begitu juga negara seperti Singapura dan Thailand yang keberatan kalau mundurnya terlalu lama,” ujarnya.

Pihaknya berharap dalam waktu dekat ada kabar pasti dari Filipina, setelah menyodorkan dua opsi waktu awal pelaksanaan APG. Kepastian ini sangat diperlukan sebagai dasar para pelatih dalam membuat program dalam tiga bulan ke depan.

Sebanyak 300 atlet disabilitas kebanggaan Indonesia terus mengasah kemampuan dalam pelatnas di Solo. NPC Indonesia memasang target keluar sebagai juara umum di APG Filipina 2020, seperti yang sudah ditorehkan di Malaysia pada edisi sebelumnya. (nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia