alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Terbang pakai Pesawat Arab Saudi, Jamaah Umrah Sukses Masuk Tanah Suci

29 Februari 2020, 07: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Jamaah umrah dari Biro Fath Group.

Jamaah umrah dari Biro Fath Group. (SEPTINA FADYA/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Tidak semua calon jamaah umrah asal Indonesia gagal menginjakkan kaki di Tanah Suci. Jamaah umrah yang menggunakan maskapai penerbangan milik Arab Saudi tetap bisa landing di Jeddah dan bisa masuk ke Madinah. Keberuntungan itu dirasakan jamaah umrah dari biro Fath Group, Fath Tunas Perwakilan Solo. Kamis (27/2), Biro Fath Group memberangkatkan dua grup, yakni Fath Tunas dan Fath Indah. Keduanya berencana terbang ke Tanah Suci dari Jakarta, Bandara Soekarno Hatta (Soetta).

Fath Tunas menggunakan maskapai milik Arab Saudi, sementara Fath Indah menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Keduanya berangkat dari Kota Bengawan pukul 11.00, tiba di Jakarta pukul 13.00. Sepanjang perjalanan menuju Jakarta, jamaah umrah sudah menerima pengumuman bahwa ada penutupan pengajuan visa ke Arab Saudi.

“Kami pikir masih tetap bisa berangkat. Karena yang ditutup hanya pengajuan visanya. Ternyata juga penutupan bandara. Tidak bisa masuk ke sana, meskipun jamaah umrah,” beber perwakilan Fath Indah Handayani, kemarin.

Saat mengetahui informasi itu, Handayani tak segera memberi tahu seluruh jamaah. Agar mereka menyaksikan sendiri situasi yang terjadi di Bandara Soetta. Setibanya di sana, jamaah pun memahami jika harus gagal berangkat ke Tanah Suci. Lantaran kebijakan pemerintah setempat yang tidak memungkinkan untuk diterabas.

“Segera setelah itu kami membawa jamaah ke hotel untuk beristirahat. Jadi jamaah kami tidak ada yang terlunta-lunta di Soetta. Langsung kami alihkan ke hotel. Grup Fath Indah terdiri dari 22 jamaah asal Solo dan lima jamaah asal Jogja,” jelasnya.

Sebanyak 27 jamaah tersebut menginap sehari semalam di hotel di Jakarta. Sembari pihak biro mencari transportasi kembali ke Kota Bengawan. Akhirnya, kemarin siang para jamaah dipulangkan kembali dengan bus dari Jakarta. Handayani menyebut tidak ada tiket pesawat yang ready sebanyak itu. Alhasil, para jamaah harus pulang menaiki bus.

“Beruntung, para jamaah tidak ada yang kecewa. Semuanya menerima dengan lapang dada. Dan memahami situasi yang ada,” katanya.

Handayani mengaku telah me-refund semua tiket pesawat. Ia sengaja tidak me-reschedule lantaran tidak mau ambil risiko. Sebab jadwal dibukanya kembali bandara Arab Saudi masih belum bisa diprediksi. “Katanya tanggal 14 Maret sudah dibuka. Tapi kami masih menunggu info lanjutan,” ujarnya.

Sebaliknya, grup Fath Tunas justru bisa melenggang ke Tanah Suci. Dan sudah bisa beribadah umrah dengan tenang di sana. Sebanyak lebih dari 30 jamaah Fath Tunas terbang ke Arab Saudi menggunakan maskapai negara setempat. Menurut Handayani, jamaah Indonesia yang menggunakan maskapai pesawat selain milik Arab Saudi akan ditolak masuk ke bandara Jeddah.

“Kalau pakai pesawat luar negeri, akan dikembalikan ke negara asal pesawat itu. Misalnya, naik Etihad Airways akan dikembalikan ke Arab. Dan lain sebagainya,” sambungnya. (aya/ria)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia