alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Jalur Lingkar Selatan Wonogiri-Selogiri Longsor, Separo Jalan Tertutup

12 Maret 2020, 07: 47: 44 WIB | editor : Perdana

Pengendara sepeda motor melintas di antara longsoran tanah di jalan lingkar selatan (JLK) Wonogiri-Selogiri, Rabu (11/3).

Pengendara sepeda motor melintas di antara longsoran tanah di jalan lingkar selatan (JLK) Wonogiri-Selogiri, Rabu (11/3). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Jalur lingkar selatan (JLK) penghubung Wonogiri – Selogiri kembali longsor. Tebing setinggi lebih dari 10 meter ini ambrol menutup lebih dari separo badan. Akibatnya, akses jalan hanya bisa dilewati dari satu arah.  

Lokasi longsor terjadi di wilayah Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, tepatnya sekitar 200 meter dari belakang Polres Wonogiri. Kejadian ini diketahui warga setempat pada pukul 04.00. “Longsor terjadi karena hujan semalam (Selasa malam),” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto, Rabu (11/3).

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, pukul 09.00, longsoran tanah masih menutup lebih dari separo badan jalan. Terlihat adanya air yang mengalir di sekitar longsoran. Pantauan hingga pukul 16.00, sebagian longsoran sudah dibersihkan. Namun, separo jalan sepanjang 20 meter ini tidak bisa dilewati karena masih tertimbun tanah.

BPBD telah berkoordinasi dengan Perhutani. Sebab, area tersebut milik Perhutani. Langkah koordinasi dilakukan pemkab karena lahan tersebut memiliki risiko tinggi terjadi longsor. “Pada saat terjadi hujan berbahaya untuk dilalui. Potensi longsor cukup tinggi,” ujarnya.

Bambang mengatakan, sudah muncul sumber air dan beberapa keretakan tanah di sekitar longsoran. Diprediksi tinggal menunggu waktu akan ada longsoran baru. Pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas pekerjaan umum (DPU) untuk melakukan langkah-langkah penanganan longsor.

Terpisah, Kepala DPU Wonogiri Prihadi Ariyanto melalui Kasi Survei dan Perencanaan Tatit Dirgantoro Yudo mengatakan, pascalongsor jalur tersebut tidak rusak. “Kami mengalami kendala keterbatasan lebar badan jalan,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya telah mengajukan proses MoU ke Perhutani untuk penambahan lahan agar bisa dibangun dinding penahan tanah. Setelah talut tersebut dibangun, maka potensi longsor dapat diminimalkan. (rm2/bun/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia