alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Permohonan Bantuan Masker dari 3 Sekolah di Klaten Ditolak BPBD

12 Maret 2020, 12: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Relawan Kecamatan Tulung saat membagikan masker di Pasar Bono, Kecamatan Tulung.

Relawan Kecamatan Tulung saat membagikan masker di Pasar Bono, Kecamatan Tulung. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Merebaknya virus korona memaksa tiga sekolah di Klaten mengambil tindakan. Mereka mengajukan bantuan masker ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten. Sayangnya, pengajuan tersebut ditolak mentah-mentah. Alasannya, tidak ada kaitannya dengan mitigasi bencana.

Kepala BPBD Klaten Sip Anwar mengakui, ada pengajuan bantuan masker yang masuk. Pengajuan ditolak karena tidak berhubungan dengan bencana di Kota Bersinar. Ambil contoh erupsi Gunung Merapi. Lebih pada kekhawatiran pihak sekolah akan merebaknya virus korona (Covid-19). Selain itu, stok masker di pasaran terbatas.

“Pengadaan masker khusus untuk persiapan menghadapi ancaman erupsi Merapi. Sehingga tidak kami berikan,” jelasnya, kemarin (11/3).

Alasan lain, di Kota Bersinar belum ditemui kasus pasien positif korona. Seperti sudah ditegaskan jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten.

“Terkait isu ada orang Klaten terjangkit virus korona, sudah diluruskan dinkes. Bahwa kabar itu tidak benar. Jika kami tetap berikan bantuan masker ke sekolah-sekolah, kebutuhannya banyak,” tegas Anwar.

Sementara itu, saat Merapi erupsi, 3 Maret lalu, turun hujan abu. Ada tiga sekolah minta bantuan masker. Salah satunya SMPN 2 Karangnongko.

“Kemarin saat erupsi sudah kami bagikan 10 ribu masker, langsung ke kantor kecamatan terdampak. Termasuk 2.500 masker bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah. Saat ini, stok di BPBD Klaten 25 ribu masker. Masih aman. Kalau nanti kurang dan mendesak, masih ada dana siap pakai (DSP) yang bisa dimanfaatkan,” paparnya.

Terpisah, Pejabat humas RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten Sri Wardani menegaskan, di RS tersebut belum ada pasien positif maupun suspek korona. “Semisal ada atau tidak, pasti kami informasikan melalui konferensi pers. Belum ada satu pun yang kami periksa,” jelasnya. (ren/fer/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia