alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

BPPTKG: Merapi Berpotensi Luncurkan Awan Panas 3 Km

12 Maret 2020, 15: 33: 05 WIB | editor : Perdana

LINTAS SEKTORAL: Rakor waspada Merapi di kantor BPBD Klaten.

LINTAS SEKTORAL: Rakor waspada Merapi di kantor BPBD Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja Hanik Humaida menyebut potensi luncuran awan panas Gunung Merapi hingga 3 kilometer (km). Meminta warga yang tinggal di lereng Merapi untuk menaati imbauan BPPTKG Jogja. Agar beraktivitas di luar radius 3 km dari puncak Merapi. 

Hal itu ditegaskannya dalam rapat koordinasi (rakor) kewaspadaan terhadap kondisi Gunung Merapi dan prosedur operasi standar penanganan kedaruratan bencana di kantor sementara BPBD Klaten, kemarin (11/3).

“Potensi bahayanya ada di radius 3 km. Ya jangan beraktivitas di dalam radius itu. Terutama masyarakat yang selama ini mencari rumput dan sebagainya,” tegas Hanik.

Hanik juga mengimbau masyarakat tidak mudah termakan hoax. Diminta mengikuti perkembangan informasi dari BPPTKG. Mulai dari website hingga media sosial resmi. 

Menurutnya, luncuran awan panas alias wedhus gembel merupakan ancaman paling nyata. Terakhir kali Merapi erupsi pada 3 Maret kemarin. Luncuran awan panasnya sejauh 2 km. 

“Dampak abunya sampai ke Solo. Sedangkan desa di sekitar Merapi tidak kena. Itu dipengaruhi arah angin,” jelasnya.

Kepala BPBD Klaten Sip Anwar menambahkan, rakor ini melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan lintas sektoral. “Dengan mengumpulkan OPD, pihak memahami apa tupoksinya saat terjadi bencana,” paparnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia