alexametrics
Rabu, 03 Jun 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Pemprov Jateng Tambah 46 Rumah Sakit untuk Backup Kasus Covid-19

14 Maret 2020, 15: 21: 10 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

Share this      

SEMARANG – Pemprov Jawa Tengah (Jateng) menambah 46 rumah sakit untuk backup layanan kesehatan masyarakat menghadapi persebaran virus korona (Covid-19). Selain terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga mengajak ilmuwan dan pengusaha untuk terlibat. 

Seperti diketahui, sebelumnya ada 13 rumah sakit yang disiapkan pemprov sebagai rujukan perawatan pasien Covid-19. Namun setelah melihat perkembangan kasus di Indonesia, terutama di Jateng, Ganjar kemudian menambah kekuatan di sektor medis.

"Hari ini kita tambahkan 46 rumah sakit untuk mem-backup . Jadi saya berharap masyarakat tetap tenang," kata Ganjar, Sabtu (14/3). 

Ganjar juga intens berkomunikasi dengan pemerintah pusat maupun kabupaten/kota untuk update kasus. Karena rawan resistensi, seluruh lapisan pemerintahan diminta bersatu padu. Baik dalam menyajikan data maupun penanganan. 

"WHO sudah menyampaikan bahwa ini sudah ditetapkan sebagai pandemi. Kita butuh gotong royong. Dunia pun menghadapi ini dengan kekuatan yang dimiliki, kita mesti berkontribusi. Negara bertanggung jawab atas semua ini," papar Ganjar. 

Ganjar mengingatkan masyarakat agar tidak lagi mengeluarkan kalimat-kalimat nyinyir, apalagi memproduksi hoaks. Karena persebaran informasi yang salah akan membuat situasi lebih buruk dan semakin memunculkan kepanikan. 

Lebih baik masyarakat turut melakukan kampanye pola hidup bersih sehat (PHBS). Termasuk para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bisa memberi pengaruh baik di situasi rawan ini.

"Kita mesti bersatu, hilangkan hoaks, hilangkan nyinyir. Kita butuh kekuatan. Apa yang terjadi di Indonesia dan dunia jadi tanggung jawab kita. Mari kita melawan dengan baik," tegas Ganjar.

Ganjat menyadari, selain aspek kesehatan, ekonomi juga menjadi perhatian serius dalam kondisi saat ini. Untuk itu, dia mengharap keterlibatan para pengusaha soal keterbukaan informasi.

Khusus untuk pengusaha masker maupun farmasi, Ganjar mengimbau untuk tak menaikkan harga. Kalaupun ada kesulitan bahan baku, Ganjar siap menggandeng ilmuwan untuk turut serta memikirkan hal tersebut. 

"Mari kita ngomong dengan perguruan tinggi, dengan lembaga riset yang kita miliki. Mari kita produksi sebanyak-banyaknya. Ini adalah momentum kita untuk bangkit bersama dan kita harus bergandengan tangan," katanya. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia