alexametrics
Rabu, 03 Jun 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Kelelawar Dilarang Diperjualbelikan

14 Maret 2020, 23: 35: 32 WIB | editor : Perdana

CEGAH PENYAKIT: Ratusan kelelawar yang dijual di Pasar Burung Depok dimusnahkan dengan cara dibakar, kemarin (14/3).

CEGAH PENYAKIT: Ratusan kelelawar yang dijual di Pasar Burung Depok dimusnahkan dengan cara dibakar, kemarin (14/3). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Sebanyak 193 ekor kelelawar yang diperdagangkan di Pasar Burung Depok, Manahan, Banjarsari dimusnakan, Sabtu (14/3). Ratusan kelelawar itu dinyatakan mengidap virus Beta Corona melalui uji laboratorium yang dilakukan sebelumnya oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kota Surakarta dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah.

"BBPV (Balai Besar Penelitian Veteriner) Bogor mengambil sampel pada sejumlah kelelawar di Solo dan hasilnya ditemukan virus Beta Corona. Virus ini tidak menular pada manusia, tetapi hanya menular pada hewan," terang Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKPP Surakarta Evi Nur Wulandari. 

Meskipun tidak berbahaya, pihaknya tetap melakukan antisipasi sejak dini. Apalagi, kelelawar diketahui sumber dari segala penyakit yang rawan menulari hewan lain serta ke manusia. “Beta Corona di kelelawar ini belum bisa menginfeksi ke manusia. Jadi jangan salah mengartikan. Beta corona ini bukan Covid-19 (korona),” tegas Evi Nur Wulandari.

Pemusnahan dilakukan dengan cara membius kelelawar yang masih di dalam kandang. Setelah itu dibakar bersama kandangnya agar virus-virus mati dan tidak bermutasi menjangkiti hewan lain atau manusia," imbuh Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Jateng Titi Sudaryanti.

BKSDA Jateng, imbuh Titi, melarang pedagang di Pasar Depok menjual kelelawar. "Kalau ada kelelawar di alam bebas biarkan saja. Yang dimusnahkan ini khusus yang ditangkap dan dijual bebas," tegas dia.

Selain melakukan pemusnahan ratusan kelelawar, tim juga melakukan pengecekan kesehatan terhadap burung dan unggas di Pasar Depok. Pedagang diberi pemahaman soal hal-hal terkait kesehatan yang menyangkut perdagangan hewan. “Kami harap tidak ada yang menjual codot dan kelewar untuk ke depannya," terang Plt Kepala Dinas DPKPP Surakarta Said Romadhon. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia