alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Waspada Covid-19, Seluruh Sekolah di Jateng Diliburkan & UN Ditunda

15 Maret 2020, 15: 52: 55 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

Share this      

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memutuskan untuk meliburkan seluruh sekolah di Jawa Tengah. Ganjar juga melakukan penundaan pelaksanaan ujian nasional (UN).

Hal itu menyusul bertambahnya dua kasus positif korona (Covid-19) di Jateng. Sehingga kini total ada empat kasus positif korona di Jateng. Yakni sebelumnya dua kasus di Solo, yang salah satunya telah meninggal. Kemudian kini dua kasus di Semarang dan Magelang.

"Tadi malam (Sabtu/14/3) kami putuskan libur selama 14 hari, tapi yang ujian nasional tetap jalan. Namun, karena ada perkembangan hari ini, kami revisi keputusan itu dan memberikan pengumuman baru. Bahwa dilakukan penundaan ujian nasional secara serentak," kata Ganjar saat menggelar jumpa pers, Minggu (15/3).

Penundaan ujian nasional dilakukan untuk menjamin siswa peserta ujian nasional dalam memperoleh perlakuan dan layanan yang sama. Dikatakan Ganjar, kebijakan penundaan itu telah dikoordinasikan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Mereka (kemendikbud) mendukung penuh dan siap memfasilitasi pelaksanannya," tegasnya.

Ganjar juga memerintahkan seluruh sekolah, mulai jenjang pendidikan anak usia dini (Paud) hingga perguruan tinggi untuk meliburkan proses belajar mengajar. Seluruh siswa dan mahasiswa dianjurkan belajar di rumah.

Surat edaran (SE) mengenai kebijakan tersebut telah disampaikan kepada seluruh sekolah, bupati, dan wali kota se Jateng. "Kami minta seluruh kegiatan belajar mengajar diliburkan mulai besok (Senin,16/3) sampai 14 hari ke depan," tambahnya.

Meski diliburkan, namun kata Ganjar, para guru tetap memberikan pelajaran dan mengawasi belajar siswa. Yakni dengan memberikan tugas di rumah. Sehingga dipastikan, para siswa tetap belajar di rumah masing-masing selama sekolah diliburkan.

"Kepada masyarakat, saya minta tidak panik. Tetap waspada, jaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat. Rajin cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer. Saya anjurkan untuk tidak keluar rumah kalau tidak ada urusan penting serta hindari kerumunan-kerumunan yang ada," pungkas Ganjar. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia