alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Peserta Upacara Melasti Disemprot Hand Sanitizer

16 Maret 2020, 17: 57: 05 WIB | editor : Perdana

HIGIENIS DAN STERIL: Prosesi upacara Melasti yang digelar umat Hindu Klaten di Umbul Geneng, Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, kemarin (15/3).

HIGIENIS DAN STERIL: Prosesi upacara Melasti yang digelar umat Hindu Klaten di Umbul Geneng, Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, kemarin (15/3). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

DI tengah Merebaknya virus korona di Kota Solo, umat Hindu Klaten tetap khidmat menjalani Upacara Melasti di Umbul Geneng, Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, kemarin (15/3). Sebagai langkah antisipasi, peserta wajib disemprot tangannya dengan hand sanitizer. 

Upacara mensucikan diri menyambut Hari Raya Nyepi ini juga tidak memberlakukan jabatan tangan. Salaman diganti meletakkan kedua tangan di dada. Sesuai hasil rapat koordinasi (rakor), Sabtu siang (14/3).

“Kami sudah berkoordinasi dengan jajaran forkompimda. Diputuskan seluruh kegiatan pengumpulan massa diminta mengindahkan prosedur dalam rangka menanggulagi virus korona. Panitia menyiapkan hand sanitaizer dan fasilitas cuci tangan sebagai upaya pencegahan,” terang Ketua Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Klaten Wisnu Hendrata.

Hand sanitizer dan fasilitas cuci tangan juga akan disediakan pada upacara Tawur Agung di Candi Prambanan. Rencananya akan dihadiri Menteri Agama, Gubernur Jawa Tengah. dan sejumlah pejabat lainnya. Persiapan lain, PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko menyiapkan thermal scanner untuk mengukur suhu tubuh.

“Berkaitan dengan virus korona, sesuai dengan instruksi PHDI, kami akan melaksanakan doa keselamatan bangsa. Khususnya mendoakan agar wabah virus korona tidak merajalela. Umat Hindu dimohonkan ketenangan dalam menghadapai situasi ini,” paparnya.

Terkait hand sanitaizer saat Melasti, disediakan 15 botol. Hasil kerja sama dengan salah satu rumah sakit. Sebab panitia kesulitan mencari cairan pembersih tangan tersebut di pasaran. 

“Ini kali pertama kami menyemprotkan cairan pembersih selama 14 tahun upacara Melasti di Umbul Geneng. Saya harap umat Hindu tidak panik. Tetap menjaga ketahan tubuh serta kebersihan diri,” sambung salah seorang panitia Puji Handayani, 28.

Srinaryani, 27, peserta upacara mengapresiasi langkah panitia tersebut. “Ibadah jadi tenang. Ya tidak apa apa. Biar tidak kena virus korona,” ujarnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia