alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

WGM Masih Beroperasi

16 Maret 2020, 18: 00: 29 WIB | editor : Perdana

 HANYA SEGELINTIR: Wisatawan lokal menikmati suasana Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, kemarin (15/3).

 HANYA SEGELINTIR: Wisatawan lokal menikmati suasana Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, kemarin (15/3). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

OBJEK wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) masih beroperasi sebagaimana mestinya. Kendati sejumlah objek wisata di Kota Solo tutup setelah dinyatakan kejadian luar biasa (KLB) virus korona (Covid-19). Penutupan WGM menunggu hasil rapat koordinasi dengan bupati.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, kemarin (15/3), masih ada wisatawan berkunjung ke WGM. Bus-bus wisata dan kendaraan pribadi terparkir rapi di area parkir. Wisatawan nampak lalu lalang. Beberapa di antaranya terlihat mengenakan masker.

Bahkan di panggung hiburan, masih ada live music dangdut. Sejumlah wisatawan terlihat asyik bergoyang. Seluruh wahana, termasuk waterboom dan wisata berkeliling menggunakan perahu juga normal. Termasuk para pedagang juga tidak ada yang menutup lapaknya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur Pardiyanto mengatakan, sejauh ini belum ada instruksi penutupan. “Hingga hari ini (kemarin) masih dibuka untuk umum,” terangnya.

Pardiyanto mengakui, setelah merebak virus korona di Solo, kunjungan kemarin tak seperti biasanya. Terjadi penurunan jumlah pengunjung. “Penutupan menunggu keputusan dari pimpinan. Sepanjang belum ada perintah ditutup dari bupati atau kepala dinas, masih akan buka seperti biasa,” ujarnya.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Wonogiri Sentot Sujarwoko mengakui seluruh objek wisata di Kota Sukses masih buka. “Tutup atau tidaknya menunggu hasil rapat besok (hari ini),” singkatnya.

Sementara itu, rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Wonogiri Joko Sutopo menghasilkan surat edaran (SE) peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan korona. Dalam SE BUpati Wonogiri Nomor: 443/374 tersebut, terdapat lima langkah upaya pencegahan dan pengendalian korona.

Salah satunya meliburkan sekolah selama sepekan. Mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat. Secara teknis, pembelajaran dilakukan daring. Sedangkan guru, kepala sekolah, hingga staf tetap bekerja seperti biasa. (rm2/fer)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia