alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Gubernur Ganjar Tutup 55 Tempat Hiburan & Destinasi Wisata di Jateng

16 Maret 2020, 21: 11: 27 WIB | editor : Perdana

Gubernur Ganjar Pranowo memimpin rapat  tindak lanjut penanganan virus Covid-19 bersama Forkompimda, Senin (16/3).

Gubernur Ganjar Pranowo memimpin rapat tindak lanjut penanganan virus Covid-19 bersama Forkompimda, Senin (16/3).

Share this      

SEMARANG – Upaya untuk mencegah penularan virus korona (Covid-19) terus dilakukan melalui berbagai lini. Setelah meliburkan seluruh jenjang pendidikan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memutuskan menutup tempat-tempat hiburan dan destinasi wisata di Jateng. Total ada 55 tempat hiburan dan destinasi wisata yang ditutup sementara.

Ganjar mengatakan, dalam kasus wabah virus korona ini yang pertama mesti diselamatkan adalah manusia. Dia berasumsi, jika manusia yang diselamatkan, perekonomian bisa dihidupkan. Tapi jika hanya perekonomian yang jadi fokus, semuanya akan mati. 

"Kami putuskan semua tempat hiburan ditutup karena kemungkinan persebaran di sana sangat tinggi," kata Ganjar saat menggelar rapat bersama jajaran, Senin.

Ada 55 tempat hiburan dan destinasi wisata yang ditutup sementara. Tempat-tempat itu berada di 14 kabupaten/kota di Jateng. Yakni di Kota Surakarta, Kabupaten Wonogiri, Sragen, Klaten, Karanganyar, Boyolali. Kemudian Kabupaten Semarang, Magelang, Banyumas, Temanggung, Blora, Kota Semarang, Kota Magelang, Kota Tegal.

Untuk persoalan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) sektor pajak yang akan berkurang, Ganjar bakal melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Menurut dia, sejak awal merebaknya virus korona, kunjungan pariwisata di Jateng memang terus menurun

"Ini jauh lebih penting untuk mencegah dengan baik. Untuk wisatawan lokal tingkat kunjungannya turun mencapai 72,49 persen dan wisatawan asing 88,46 persen," katanya. 

Karena sepinya tempat hiburan dan destinasi wisata, juga berdampak pada turunnya tingkat keterhunian atau okupansi hotel di sejumlah wilayah. Saat ini, tingkat hunian hotel turun 11,77 persen dan rata-rata menginap turun 0,6 persen dari 1,36 ke 1,3 persen. Oleh karena itu, banyak hotel yang minta dispensasi energi dan BBM. 

"Mereka butuh bantuan listrik dan BBM. Energi ini kan cukup tinggi bagi mereka, maka mereka butuh keringanan," pungkas Ganjar. (ria/bay)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia