alexametrics
Rabu, 03 Jun 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Hari Pertama Sekolah Diliburkan, hanya Terlihat Guru & Karyawan

17 Maret 2020, 05: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Guru di SMKN 6 ini memanfaatkan waktu luang di sekolah dengan olahraga karena siswa diliburkan.

Guru di SMKN 6 ini memanfaatkan waktu luang di sekolah dengan olahraga karena siswa diliburkan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Penerapan kegiatan belajar mandiri mulai diterapkan kemarin (16/3). Meski sekolah cenderung terlihat sepi, namun, aktivitas guru dan karyawan sekolah masih dilakukan. Tidak hanya bersih-bersih, kegiatan juga diisi olahraga.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo di beberapa sekolah sudah tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM). Seperti di SMKN 6 Surakarta kegiatan guru dimulai dengan membersihkan ruangan kelas. Selain itu para guru juga mengisi waktu luang dengan olahraga pingpong.

Kepala SMKN 6 Surakarta Tenang Pranata mengatakan, meski sekolah daring mulai diterapkan, tenaga pendidik tetap masuk kantor. Kegiatan para guru dimulai dengan membersihkan lingkungan sekolah. Guna mengantisipasi penularan wabah covid-19. Kegiatan bersih-bersih sendiri telah dilakukan pihak sekolah sejak Minggu (15/3).

“Hari ini (Senin, 16/3) sesuai petunjuk dinas pendidikan (disdik), guru dan karyawan masuk sesuai jam kerja. Namun, tidak melakukan presensi, baik dengan finger print ataupun manual. Kegiatan dimaksimalkan untuk bersih-bersih,” terangnya, kemarin (16/3).

Tenang mengaku, selain bersih-bersih, guru juga menyiapkan materi pembelajaran daring. Baik melalui grup media sosial seperti WhatsApp maupun aplikasi pembelajaran. Selain itu, aktivitas guru juga diisi dengan menyelesaikan administrasi pembelajaran. Bahkan guru-guru juga melakukan olahraga pingpong untuk mengisi waktu luang.

“Setiap wali kelas wajib memantau siswa. Dan ada pelaporan terkait pembelajaran mandiri siswa secara berkala. Apakah tugas sudah dilaksanakan dengan baik atau tidak. Nanti akan ada evaluasi juga,” katanya.

Sementara penundaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMK telah disampaikan pada siswa dan wali murid. Meski belum diketahui sampai kapan penundaan UNBK. Setidaknya 511 peserta UN dirumahkan dan belajar mandiri selama 14 hari. Selain itu siswa kelas XII diminta untuk memaksimalkan belajar mandiri.

“Kelas XII semaksinal mungkin diminta belajar sendiri karena mestinya sudah ujian. Materi pelajaran dulu sudah diberikan. Sifatnya mengingatkan supaya lebih banyak belajar lagi,” katanya.

Meski pengumuman sudah diberikan kepada orang tuan, namun masih ada siswa datang ke sekolah. Seperti siswa SMKN 5 Surakarta kelas XII jurusan permesinan Ekky Aditya Febriansya yang datang ke sekolah. Ekky mengaku sudah bersiap menghadapi UNBK.

“Sebenarnya kecewa UNBK ditunda. Karena persiapannya sudah berminggu-minggu. Makanya saya ke sekolah dan ternyata memang diliburkan sampai 14 hari,” katanya.

Ekky mengaku ponselnya tengah rusak. Akibatnya Ekky tidak mengetahui ada pemberitahuan penundaan UNBK. Warga asal Nusukan, Solo ini mengaku tahu jika ada penundaan UNBK setelah memastikan ke sekolah. Setelah mengetahui ditunda, Ekky mengaku selama peliburan 14 hari akan dimanfaatkan untuk belajar dan bekerja paruh waktu.

“Saya tidak takut dengan adanya covid-19. Selama menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Saya harap cepat membaik dan bisa UNBK jadi segera lulus,” katanya. (rgl/bun/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia