alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng
Koordinasi Ganjar dengan Ulama terkait Ibadah

Masjid Tetap Gelar Salat Jumat, dengan Protokol Kesehatan Diperketat

17 Maret 2020, 17: 28: 13 WIB | editor : Perdana

Rapat yang digelar Pemprov Jateng dengan MUI Jateng dan organisasi keagamaan membahas pelaksanaan ibadah, Selasa (17/3).

Rapat yang digelar Pemprov Jateng dengan MUI Jateng dan organisasi keagamaan membahas pelaksanaan ibadah, Selasa (17/3).

Share this      

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengumpulkan sejumlah ulama dan organisasi keagamaan untuk berdiskusi terkait penanggulangan virus korona, Selasa (17/3). Diskusi dilakukan terkait pelaksanaan ibadah di tempat ibadah yang selama ini juga menjadi salah satu tempat kerumunan warga.

Pertemuan yang digelar bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng itu diikuti sejumlah takmir masjid, ketua organisasi keagamaan dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Dikatakan Ganjar, dalam pertemuan semua bersepakat untuk bekerja sama, sejalan, seirama guna mengkomunikasikan langkah-langkah dan kebijakan yang akan diambil, khususnya tentang pelaksanaan ibadah. 

“Kami meminta para ulama membuat protokol untuk membantu. Model kerumunan yang aman seperti apa (untuk pelaksanaan ibadah, Red)," kata Ganjar.

Dari pertemuan itu, disepakati bahwa kegiatan-kegiatan keagamaan yang mengundang kerumunan untuk sementara ditiadakan. Apabila harus dilakukan, maka harus diperketat standar kesehatannya. Pelaksanaan ibadah di masjid juga tetap berlangsung, namun dengan protokol kesehatan yang lebih ketat.

"Seperti pelaksanaan salat Jumat. Masyarakat akan dicek kesehatannya, pintu masuk masjid terfokus satu pintu dan disediakan sabun serta hand sanitizer untuk jamaah sebelum masuk masjid," terang Ganjar.

Selain itu, juga telah disepakati untuk mengajak masyarakat bergotong royong membersihkan masjid dan musala. Karpet yang ada di tempat ibadah akan digulung dan masyarakat dihimbau membawa alas sendiri.

"Apabila ada perkembangan terbaru, ulama sepakat akan mengikuti segala keputusan yang diambil pemerintah. Kekuatan ulama juga akan kami optimalkan dalam upaya sosialisasi kepada masyarakat," tegasnya.

Untuk pondok pesantren juga sudah sepakat melakukan penanggulangan. Dalam rapat disepakati bahwa santri pondok pesantren dilarang pulang. Mereka juga dilarang dijenguk oleh keluarga.

"Pondok pesantren jadi seperti tempat isolasi. Tapi tidak hanya berdiam diri, saya usulkan moment ini dilakukan untuk membersihkan semua tempat-tempat itu agar semua sehat," tutupnya.

Sementara itu, Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji mengatakan, rapat tersebut dilakukan untuk mengambil langkah terhadap sejumlah kegiatan keagamaan di Jateng. Sebab, MUI pusat telah mengeluarkan fatwa bahwa dalam kondisi tidak terkendali, maka pelaksanaan ibadah di masjid seperti salat Jumat ditiadakan.

"Rapat tadi memutuskan bahwa kondisi di Jateng masih terkendali, sehingga pelaksanaan ibadah salat Jumat tetap akan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang diperketat," kata Darodji.

Ada beberapa langkah akan diambil dalam pelaksanaan ibadah salat Jumat di masjid. Seperti penyediaan sabun dan hand sanitizer di tempat wudhu, pembatasan akses masuk, pengecekan kesehatan, dan lain sebagainya.

"Disarankan seluruh jamaah dilakukan pengecekan kesehatan menggunakan thermal gun. Sulit memang, namun kami meminta takmir masjid mengupayakan," tegasnya. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia