alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Objek Wisata Ditutup Sepekan

17 Maret 2020, 18: 29: 20 WIB | editor : Perdana

KECELE: Wisatawan tertahan di pintu masuk kawasan wisata Candi Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, kemarin (16/3).

KECELE: Wisatawan tertahan di pintu masuk kawasan wisata Candi Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, kemarin (16/3). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten memutuskan empat objek wisata ditutup sementara selama sepekan. Yakni Objek Mata Air Cokro (OMAC), Bukit Sidoguro, Candi Plaosan, dan Candi Sojiwan. Mengantisipasi penyebaran virus korona (Covid-19). Penutupan berlaku sejak 16-22 Maret.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Diparbudpora) Klaten Sri Nugroho membenarkan penutupan tersebut. Sesuai hasil konsultasi dengan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Klaten dan Sekretaris Daerah (Sekda), Minggu malam (15/3). “Sudah kami informasikan ke berbagai pihak. Empat objek wisata sementara ditutup,” jelasnya, kemarin (16/3).

Lalu, bagaimana dengan objek wisata lainnya? Terutama yang dikelola badan usaha milik desa (BUMDes). Semisal Umbul Ponggok yang selalu ramai wisatawan. 

Sri Nugroho menyatakan, pengelola wajib menyediakan sarana cuci tangan bagi wisatawan. Disediakan di sejumlah titik. Terutama pada loket masuk. “Harus ada kebersamaan antara pemkab dan pemerintah desa dalam mengantisipasi penyebaran virus korona,” imbuhnya.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pencegahan Virus Korona Kabupaten Klaten Ronny Roekmito menambahkan, sudah memberi instruksi seluruh camat. Mendorong agar pengelola objek wisata yang dikelola BUMDes menyediakan sarana cuci tangan dan sabun. 

“Untuk sementara empat objek wisata dulu yang ditutup,” beber pria yang juga pria yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Klaten tersebut.

Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Solo di Candi Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, kemarin (16/5), sejumlah wisatawan kecele. Mereka tidak tahu jika Candi Plaosan sementara ditutup. 

“Sebenarnya sudah tahu kalau ditutup. Tapi karena ada saudara dari Jakarta yang ingin ke Candi Plaosan, ya tetap ke sini. Tombo kecele,” ujar Sri, 50, warga Kecamatan Wedi. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia