alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Lawan Petahana, ABY Diusung Empat Partai

17 Maret 2020, 18: 33: 32 WIB | editor : Perdana

SIAP MAJU: Arif Budiyono (tengah) saat jumpa pers di salah satu restoran di Klaten, Minggu malam (15/3).

SIAP MAJU: Arif Budiyono (tengah) saat jumpa pers di salah satu restoran di Klaten, Minggu malam (15/3). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Peta politik menuju pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Klaten makin berwarna. Empat partai politik (parpol) berkoalisi. Yakni PAN, PKB, PPP, dan Nasdem. Mengusung Arif Budiyono (ABY) sebagai calon bupati. Menantang calon bupati petahana yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Klaten Sri Mulyani. 

Sosok ABY diumumkan dalam ramah tamah di sebuah restoran di Kota Bersinar, Minggu malam (15/3). Ketua DPD PAN Klaten Darmadi menjelaskan, koalisi baru ini sudah bisa mengusung calon bupati dan wakil bupati. Total mereka punya 11 kursi di DPRD Klaten.

Sayangnya, Darmadi belum membocorkan siapa calon yang layak mendampingi ABY. Sebab masih dalam tahap pembahasan.

“Kami partai-partai di Klaten, yakni PKB, PAN, PPP, dan Nasdem bersepakat mengusung Arif Budiyono. Kami sudah mengambil langkah-langkah sesuai mekanisme partai masing-masing. Sebentar lagi rekomendasi untuk ABY dan pasangannya segera turun,” jelas Darmadi.

Darmadi mengklaim ABY bakal didukung sejumlah parpol yang tidak punya kursi di DPRD. Sebut saja Persatuan Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Bulan Bintang (PBB). Bahkan ada sinyal parpol lain ikut bergabung dengan koalisi baru tersebut.

“Mengusung ABY bukan secara tiba-tiba. Sudah lama prosesnya. Terus terang kami dari PAN dan juga beberapa partai lainnya membangun kerja sama untuk menentukan sosok atau tokoh yang kami usung sebagai calon bupati. Kami juga kerja sama dengan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) di bawah Muhammadiyah,” paparnya.

ABY diketahui sudah membangun komunikasi politik dengan sejumlah partai. Bahkan dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. “Kami menampung aspirasi dari beberapa tokoh masyarakat, komunitas, dan lain sebagainya. Mereka sampai pada titik kejenuhan. Berharap minta (bupati) diganti. Kami respons lewat sosok ABY ini,” urainya.

ABY tercatat sebagai Kepala Seksi Pemantauan dan Evaluasi I, Direktorat Pembangunan Jalan Ditjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Dia punya alasan kuat maju sebagai bupati Klaten. Terutama melihat perkembangan 15 tahun belakangan. Menurutnya Klaten stagnan di berbagai bidang.

“Sebagai warga saya terpanggil. Kalau dilihat pada semua parameter, sekarang ini sudah mengecewakan. Perlu diperbaiki, mulai dari SDM, tata ruang, hingga kegiatan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Pertumbuhannya cukup rendah. Mau sektor apa pun, mulai dari pertanian hingga tata kelola pemerintahan,” ujar ABY. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia