alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Alun-Alun Wonogiri Ditutup Selama Sepekan

17 Maret 2020, 18: 39: 47 WIB | editor : Perdana

OFF SEMENTARA: Suasana Alun-Alun Giri Krida Bakti yang difoto pada Minggu malam (15/3). 

OFF SEMENTARA: Suasana Alun-Alun Giri Krida Bakti yang difoto pada Minggu malam (15/3).  (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Bupati Wonogiri Joko Sutopo memutuskan menutup Alun-Alun Giri Krida Bakti dari seluruh aktivitas, sedangkan upaya sosialisasi penanggulangan penyebaran Covid-19 segera dilakukan lewat tempat ibadah.

"Ditutup saja (alun-alun) sampai satu minggu ke depan. Saat ini terjadi pandemic (korona). Apabila (penggunaan) ruang publik tidak ada perubahan, orang-orang akan melihat hal ini sebagai suatu yang biasa. Tapi kalau disitu steril dulu dari aktivitas, masyarakat akan berpikir tentang pandemi Covid-19," beber bupati di Ruang Girimanik, Kompleks Setda Kabupaten Wonogiri, kemarin (16/3).

Mengingat di kawasan alun-alun terdapat cukup banyak pedagang kaki lima (PKL), Dinas KUKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Wonogiri diminta menentukan langkah selanjutnya.

Di lain sisi, sosialisasi penanganan korona memanfaatkan tempat ibadah. "Kami punya hampir 7.000 masjid dan puluhan tempat ibadah agama dan keyakinan yang lain. Kalau ini difungsikan dengan baik, maka bisa menjadi media sosialisasi yang sangat efektif,” terang dia. 

Teknis pelaksanaanya, lanjut bupati, selepas azan magrib, bisa disosialisasikan oleh takmir masjid. Konten pengumumannya sederhana agar mudah dipahami seluruh elemen masyarakat. 

Penutupan sementara juga dilakukan di tempat wisata yang dikelola pemkab maupun BUMDes. Apakah akan meliburkan aparatur sipil negara (ASN)? Bupati menegaskan belum perlu. “Kalau operasional dan pelayanan publik off semua, menimbulkan dampak yang lebih besar," tegas dia.

Yang lebih penting, Joko Sutopo menekankan seluruh ASN memiliki tanggung jawab tambahan untuk menyosialisasikan pencegahan penyebaran Covid-19 agar optimal diterima hingga level terbawah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri Adhi Dharma dalam laporannya pada rapat forkompimda menjelaskan, hingga Minggu malam (15/3), ada dua pasien dalam pengawasan (PDP) dari Kota Sukses. 

"Satu PDP dinyatakan negatif. Dia merupakan bagian dari jamaah umrah yang pulang pada 3 Maret," ucapnya.

Ketika tiba di Indonesia, PDP ini mengeluhkan batuk, panas dan sesak nafas. Hasil rontgen menunjukan adanya infeksi paru-paru. Oleh anaknya yang kebetulan bekerja di salah satu rumah sakit di Bantul, Jogjakarta, kemudian dibawa ke rawat inap dan isolasi di sana. Lima hari yang lalu, Balitbangkes mengumumkan hasil negatif Covid-19.

PDP yang kedua adalah rombongan seminar wirausaha di Bogor yang satu di antaranya warga Kota Solo dan dinyatakan positif korona kemudian meninggal di RSUD Dr. Moewardi.

"Satu mobil dengan yang meninggal dunia," jelas dia. Menurut Adhi, PDP tersebut merupakan klaster Bogor dan menunggu hasil uji lab Balitbangkes.

Saat ini, DKK telah melakukan surveilans terhadap warga Wonogiri yang merupakan kru kapal WS Amsterdam. Meskipun sudah mendapat sertifikat negatif korona dari Hongkong, pihaknya tetap melakukan observasi. Hasilnya orang tersebut dinyatakan sehat. (rm2/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia