alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Koordinasi Penanganan Korona di Jateng, RS Negeri & Swasta Mendukung

17 Maret 2020, 19: 00: 52 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan koordinasi dengan bupati dan wali kota se Jateng lewat video conference.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan koordinasi dengan bupati dan wali kota se Jateng lewat video conference.

Share this      

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberi komando kepada bupati dan wali kota se Jawa Tengah untuk turut andil menangani merebaknya virus korona (Covid-19). Hasil koordinasi disepakati semua rumah sakit di bawah kelola kabupaten/kota untuk diperbantukan.

Hingga Selasa (17/3), ada empat pasien positif Covid-19 di Jateng. Dua pasien di antaranya telah meninggal, yakni di Solo, (11/3) dan Semarang, (17/3). Kemudian, ada 1.005 orang dalam pemantauan (ODP), 69 pasien dalam pemantauan (PDP), 42 pasien dirawat dan yang pulang sehat 24 orang.

Menyikapi cepatnya virus tersebut merebak, Ganjar langsung menggelar rapat video conference dengan seluruh bupati/wali kota se Jawa Tengah, Selasa (17/3). Ganjar menyampaikan, keputusan pertama yang diambil adalah menutup lembaga-lembaga pendidikan dan mengganti pembelajaran melalui daring.

"Seluruh bupati wali kota tadi sepakat (meliburkan). Dan memantau agar memastikan mereka (siswa) tidak keluar rumah dan belajar melalui daring. Termasuk wali murid agar tidak mengajak anaknya piknik," kata Ganjar.

Begitu pula dengan sekolah berbasis boarding school, seperti SMA Taruna Nusantara, Magelang. Karena sebagian siswa saat ini tengah menjalani masa libur, Ganjar berharap yang saat ini masih berada di asrama untuk tidak beraktivitas di luar.

"Termasuk yang Taruna Nusantara. Karena sebagian ada yang libur. Yang di sana jangan keluar, kalau yang sudah di rumah diperpanjang saja liburnya sampai 14 hari," katanya.

Kemudian, seluruh bupati dan wali kota juga telah menyepakati untuk turut mengaktifkan rumah sakit di masing-masing wilayah untuk diperbantukan kepada rumah sakit milik pemprov dalam penanganan pasien Covid-19.

Selain itu, pemprov juga mendapat dukungan dari rumah sakit swasta di Jateng. "Ada juga partisipasi dari masyarakat yang menyampaikan rumah sakit yang dia miliki akan membantu provinsi dalam memperkuat penanganan pasien," papar Ganjar.

Semua setuju untuk menyelenggarakan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Hanya saja, rumah sakit di daerah masih membutuhkan bantuan peralatan yang memadai. "Kami minta bantuan agar alat-alat di rumah sakit bisa dipenuhi khususnya APD (alat pelindung diri). Ini yang kami butuhkan nanti akan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Juga kebutuhan VTM, virus transport media, yang mulai saat ini kita butuh banyak," kata Ganjar.

Ganjar berharap upaya dari pemerintah dan lembaga kesehatan swasta tersebut juga diimbangi masyarakat dengan menerapkan pola hidup sehat. Karena menurut Ganjar, penangkalan utama yang ampuh adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh.

"Olahraga, makan yang bergizi dan sering-sering berjemur. Yang ada di rumah jemur semuanya karena itu bisa mengurangi. Biar kita punya benteng perlawanan yang bagus dari tubuh," pungkas Ganjar. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia