alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Bupati Akan Lakukan Isolasi, Pasca Meninggalnya Pasien Positif Korona

19 Maret 2020, 08: 16: 21 WIB | editor : Perdana

Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

Share this      

SOLO – Bupati Wonogiri Joko Sutopo bakal melakukan langkah isolasi, menyusul meninggalnya satu pasien positif korona (Covid-19) asal Jatipurno, Wonogiri yang meninggal di RSUD dr Moewardi, Rabu (18/3). Namun, bupati belum menentukan cakupan area isolasi.

Bupati mengatakan, sebelumnya sudah membentuk satu tim untuk menghadapi Covid-19. Tim langsung melakukan tracking dan menginventarisir warga begitu ditemukan satu pasien suspect di Wonogiri, yang kemarin akhirnya meninggal.

"Ya sesuai SOP, (pasien positif yang meninggal, Red) langsung dimakamkan setelah mendapatkan penanganan sterilisasi dari rumah sakit. Tidak ada acara pemakaman," kata bupati yang akrab disapa Jekek itu.

Apakah pemerintah akan menetapkan Wonogiri KLB Korona? Jekek menyatakan bahwa pihaknya menunggu koordinasi vertikal dari Pemprov Jateng . "Kita masih koordinasi vertikal dengan dinas kesehatan provinsi, dengan pemerintah provinsi," katanya.

Apakah pemkab bakal melakukan isolasi? Jekek menyebut bahwa langkah isolasi akan diambil. Namun belum menentukan luasan daerah isolasi, apakah hanya satu dusun atau satu desa.

"Isolasi menunggu hasil tracking dari dinas kesehatan. Siapa saya yang kontak dengan pasien, dari mana saja. Warga akan diinventarisasi," katanya.

Untuk isolasi pun Jekek menyebut, sudah mempersiapkan semuanya. Baik infrastruktur kesehatan yang cukup, paramedis sampai dengan logistik, alat pelindung diri, dan sebagainya. 

Pemkab telah menyiapkan anggaran Rp 6 miliar dari biaya tak terduga  bersumber dari DID sesuai Permendagri No. 19/2020. "Pemerintah Kabupaten Wonogiri siap menghadapi Covid-19," tegas Jekek. (kwl/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia