alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Bulog Surakarta Pastikan Stok Beras selama Ramadan & Lebaran Aman

19 Maret 2020, 12: 33: 40 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi stok beras di gudang Bulog Subdivre III Surakarta.

Ilustrasi stok beras di gudang Bulog Subdivre III Surakarta. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Perum Bulog memastikan ketersediaan beras di eks Karesidenan Surakarta aman hingga tujuh bulan ke depan. Artinya, di tengah wabah Covid-19 ini, stok beras saat Lebaran tidak perlu dikhawatirkan. 

Sebanyak 19 ribu ton stok beras tersedia. Bahkan di beberapa titik sudah mulai panen. Salah satunya di Kabupaten Sragen.

"Stok beras aman. Pasar tetap terjamin. Kami hadir untuk menjaga kestabilan stok dan harga. Komoditas lain, minyak goreng, tepung, dan gula. Stoknya sangat cukup. Meskipun kami bukan produsen tunggal, tapi kami menjaga stok agar tetap ada," beber Wakil Pimpinan Perum Bulog Cabang Surakarta Andes Masyri Hidayat kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Selain itu, Perum Bulog juga menyediakan daging kerbau beku saat Ramadan. Ini untuk mendiversifikasi harga daging yang biasanya melonjak naik.

"Wabah Covid-19 ini pasti dampaknya terasa. Tapi masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan komoditas beras, minyak goreng, dan gula aman. Harga-harga memang naik. Tapi kami hadir untuk menyediakan dengan harga murah," sambungnya.

Untuk itu, Perum Bulog mengadakan pasar murah di Pasar Nusukan, kemarin. Tersedia beras, gula, minyak goreng, dan tepung terigu masing-masing 500 kilogram (kg). Beras medium dan premium dijual dengan harga Rp 8.500 - Rp 10.400 per kg. Minyak goreng seharga Rp 11.500 per liter. Tepung terigu seharga Rp 7.500 per kg. Dan gula seharga Rp 12.500 sesuai harga eceran tertiggi (HET).

"Karena harga gula sedang tinggi dan pasokannya terbatas, pembelian dibatasi maksimal dua kilogram saja. Agar semua pembeli yang mengantre kebagian," papar Andes.

Andes menyebut pasar murah akan terselenggara hingga akhir Maret nanti. Masih ada dua kali pasar murah yang akan diadakan di Pasar Nusukan. Sebelumnya, sudah empat kali pasar murah dilakukan di pasar setempat. Tujuannya, menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi pasokan dan harga.

"Kerja sama dengan TPID se eks Karesidenan Surakarta. Khusus Kota Solo, TPID menginstruksikan Perum Bulog mengadakan pasar murah di Pasar Nusukan," imbuhnya. (aya/ria)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia