alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Ganjar Susun Rencana Aksi Covid-19 Jateng Bersama 11 Pakar

19 Maret 2020, 16: 27: 57 WIB | editor : Perdana

Gubernur Ganjar Pranowo mengumpulkan 11 pakar dari berbagai konsentrasi untuk menyusun rencana aksi menghadapi korona.

Gubernur Ganjar Pranowo mengumpulkan 11 pakar dari berbagai konsentrasi untuk menyusun rencana aksi menghadapi korona.

Share this      

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengumpulkan 11 pakar untuk menyusun rencana aksi menghadapi Covid-19 di Jateng. Mereka adalah ahli virus, epidemolog, dokter gizi, klinisi hingga ahli paru-paru. 

Bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Tak Yasin Maemoen dan 

Para ahli tersebut menyampaikan paparan sautu per satu. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dengan Ganjar, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maemoen, dan Ketua gugus tugas atau tim pelaksana tanggap korona Jateng Heru Setiadi. Diskusi tersebut guna menyusun rencana aksi yang akan dilakukan Jateng dalam menghadapi Covid-19

"Kita sedang mencari solusi yang tepat. Saya ingin kita melawan virus ini. Jangan ngumpet," Kata Ganjar, Kamis (19/3). 

Ganjar meminta semua pihak untuk bersatu, bahu membahu menghadapi wabah Covid-19. Ganjar pun punya analogi jika virus ini seperti tentara Belanda yang zaman dahulu menyerbu Tanah Air. Mereka punya senjata api sampai meriam. Sementara yang kita punya hanya bambu runcing. Meski bersembunyi pun, jika tidak ada kekompakan hanya akan jadi bom waktu. 

"Sekarang yang kita butuhkan adalah baju antipeluru. Untuk menghadapi virus korona ini, baju antipelurunya apa? Kondisi tubuh yang fit," kata Ganjar.

Berdasarkan hasil diskusi dengan para pakar, kata Ganjar, yang saat ini dibutuhkan adalah data valid persebaran Covid-19 di Jateng. Untuk itu, dia pun telah menyiapkan berbagai kanal yang siap menyajikan hal tersebut. Agar lebih detail, Ganjar meminta para pakar itu untuk komunikasi intens dengan Dinas Kesehatan Jateng. 

"Mereka butuh data dan transparansi, menyiapkan siapa dirawat di mana. Akan kita kembangkan minimal sampai desa atau kelurahan mana. Apakah masyarakat siap untuk mengisolasi diri? Nah, masyarakat mesti teredukasi dengan baik," katanya. 

Agar edukasi kepada masyarakat tersebut berjalan efektif, Ganjar bakal menggandeng bupati dan wali kota untuk bergerak serentak. Nantinya mereka bisa menggerakkan kepala desa sampai tingkat RT.

"Kalau kita mau menggerakkan masyarakat, saya meminta pakar, saya menggandeng dokter yang akan menerjunkan relawan," katanya.

Evi, pakar virus dari Universitas Diponegoro Semarang menuturkan, hingga saat ini belum ada satu pun vaksin penangkal Covid-19. Dijelaskan dia, perkembangan Covid-19 ini sangat cepat, satu virus bisa membuat seribu mutasi. Selain itu, virus ini juga bisa berubah sikap kalau kita biarkan berkembang di masyarakat, bisa melunak atau mengganas. 

Evi menyarankan agar pemerintah mengedepankan langkah promotif dalam penangkalan. Pertama dengan memperkuat daya tahan tubuh dan menerapkan pola hidup sehat. Langkah selanjutnya dengan membunuh virus tersebut yang menempel di luar tubuh. Sehingga dia merekomendasikan agar masyarakat menjaga kebersihan hingga rajin olahraga. 

"Untuk yang poin kedua, artinya kita bunuh sebelum masuk atau bahkan menempel di tubuh kita. Caranya? Sering cuci tangan dan mengelap benda-benda yang dicurigai telah terjadi kontak dengan korban positif menggunakan alkohol atau air sabun," katanya. 

Langkah promotif selain menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan hidup sehat adalah dengan mengonsumsi makanan yang seimbang. Menurut dokter gizi Elisa, makanan seimbang tersebut tercermin dalam tumpeng seimbang. Dimulai dari olahraga, mengonsumsi karbohidrat, protein, buah dan sayuran, serta mencukupi konsumsi gula dan garam. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia