alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Kirab Grebeg Nyadran Ditunda

20 Maret 2020, 18: 04: 39 WIB | editor : Perdana

ILUSTURASI: Kirab Sadranan dilakukan warga Kecamatan Cepogo tahun lalu.

ILUSTURASI: Kirab Sadranan dilakukan warga Kecamatan Cepogo tahun lalu. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Tradisi kirab Grebeg Nyadran di Kecamatan Cepogo ditiadakan. Sedianya, kegiatan tersebut digelar di kantor Kecamatan Cepogo, Sabtu (4/4). Imbas dari penyebaran virus korona.

Camat Cepogo Tubinu menjelaskan, penundaan kirab dilakukan hingga batas waktu tak ditentukan. Selaras intruksi untuk menghindari kerumunan orang banyak.

“Terpenting saat ini masyarakat Cepogo dan sekitarnya terhindar dari virus korona. Kepada seluruh masyarakat, kami memohon maaf karena kirab Grebeg Nyadran ditunda,” katanya, kemarin (19/3).

Tubinu menambahkan, kirab ini digelar rutin tiap tahunnya. Diisi doa bersama, memohon keberkahan atas melimpahnya hasil bumi. Rencananya, akan diikuti perwakilan masyarakat dari 15 desa. Diawali arak-arakan ratusan tenongan dan tumpeng. Serta puluhan gunungan hasil bumi dan makanan khas Cepogo.

Syukuran di lereng Gunung Merapi dan Merbabu ini sudah dilakukan sejak 1462. Digelar bergiliran di tiap desa. Dimulai pertengahan bulan Ruwah (penangalan Jawa). Jadwal tersebut sudah diumumkan kepada warga sejak jauh hari. 

“Terkait Sadranan yang melibatkan ratusan masyarakat, doa bersama di area pemakaman, hingga saling bertukar makanan, masih kami bicarakan dengan tokoh masyarakat setempat. Akan kami carikan solusi terbaik,” urainya.

Ari Wibowo, 40, warga Cepogo mengaku tradisi Sadranan selain mendoakan arwah leluhur, juga sebagai ajang silaturahmi. Biasanya, saat Sadranan ribuan orang menyerbu kawasan Cepogo tiap harinya. 

“Saling berkunjung ke rumah tetangga. Tapi tahun ini kami belum tahu jadi digelar atau tidak. Kami masih menunggu keputusan pemerintah,” ujarnya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia