alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Wisata Klaten Tutup, Pedagang Terpukul

20 Maret 2020, 18: 09: 14 WIB | editor : Perdana

PASRAH: penjual cenderamata di kawasan Candi Plaosan menyapu area lapaknya karena sepi wisatawan.

PASRAH: penjual cenderamata di kawasan Candi Plaosan menyapu area lapaknya karena sepi wisatawan. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Seluruh objek wisata di Klaten resmi ditutup guna mencegah penyebaran virus korona. Imbasnya, pedagang kaki lima (PKL) yang mengais rezeki di sekitar objek wisata terpukul. Dagangan mereka praktis tidak laku dan omzet terjun bebas.

Rukmiyati, 41, pedagang soto kawasan Candi Plaosan mengaku warungnya sepi sejak ada instruksi penutupan per 16 Maret. “Sudah tidak ada lagi yang mampir ke warung. Padahal akhir pekan ramai pengunjung yang beli soto,” ujar warga Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan tersebut, kemarin (19/3).

Saat ramai pengunjung, dia bisa mengantongi pendapatan bersih Rp 300 ribu per hari. Meski tahu Candi Plaosan ditutup, dia tetap jualan. “Semoga kondisinya segera membaik. Objek wisata dibuka kembali. Wisatawan yang datang ramai lagi,” harapnya.

Pedagang cenderamata Candi Plaosan Nita, 27, masih membuka lapaknya. Dia menjual topeng dan miniatur candi. “Cari makan ya dari jualan ini. Tetap buka saja. Siapa tahu ada satu atau dua pembeli yang datang. Namanya juga usaha,” bebernya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten Sri Nugroho mengaku awalnya hanya empat objek wisata yang ditutup. Kini, seluruh objek wisata ditutup. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia