alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Tracking Covid-19 Jatipurno, 117 Orang Pernah Kontak Pasien Meninggal

21 Maret 2020, 05: 50: 59 WIB | editor : Perdana

Bupati Wonogori Joko Sutopo.

Bupati Wonogori Joko Sutopo. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

WONOGIRI – Pelacakan terhadap orang yang pernah kontak dengan pasien positif korona (Covid-19) meninggal asal Jatipurno, Wonogiri, terus bertambah. Hingga kemarin, pemkab mendeteksi ada 117 orang. Mereka kini dalam pantauan tim kesehatan. Sementara itu, terkait status tiga pasien dalam pengawasan (PDP), hingga kini masih menunggu hasil laboratorium Balitbangkes untuk mengetahui apakah mereka positif Covid-19 atau negatif.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo (Jekek)  mengatakan, tim pemkab terus melakukan tracking atau pelacakan terhadap orang yang pernah kontak dengan pasien sebelum meninggal. “Dari awalnya 64 orang yang pernah berkontak, sudah kami kembangkan lagi. Terbaru ada 117 orang yang pernah kontak,” ujar Jekek, Jumat (20/3).

Jekek merinci, ada 59 orang tenaga medis melakukan kontak ketika korban dirawat di rumah sakit awal sebelum dirujuk ke RSUD dr Moewardi Surakarta. Mereka telah diminta untuk beristirahat di rumah masing-masing.

Lalu, ada 11 orang keluarga korban yang melakukan kontak erat dengan korban. Selanjutnya, ada lima petugas kesehatan yang merawat korban di klinik sebelum dirujuk ke rumah sakit awal yang menerima korban. Dan terakhir, ada 42 orang pembesuk korban ketika dirawat di rumah sakit awal korban ditangani.

Semua orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien antara 9 hingga 13 Maret dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala korona. Kesehatan mereka pun masih terus dimonitoring oleh petugas medis. Apabila ada keluhan kesehatan yang menyerupai gejala korona, mereka diminta melaporkan kepada petugas medis. Bupati juga tak mau berspekulasi apakah akan ada penambahan jumlah orang yang berkontak dengan pasien.

“Semula PDP (pasien dalam pengawasan) ada empat. Satu orang dinyatakan positif, lalu meninggal dunia. Satu PDP saat ini dirawat di RSUD dr Moewardi Surakarta dan dua di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri,” jelas dia.

Pemkab juga masih menunggu hasil laboratorium balitbangkes terkait positif atau tidaknya para PDP ini terinfeksi Covid-19. Jekek mengatakan, dari data awal ada tiga orang dalam pemantauan (ODP). Kondisi kesehatan para ODP pun sangat baik.

“Tidak perlu panik, kesiapsiagaan dari seluruh struktur pemerintah Kabupaten Wonogiri sudah ada. Untuk mengantisipasi apabila muncul kondisi pandemi, pemkab juga telah mengalokasikan dana Rp 6 miliar," jelasnya. 

Dana tersebut juga telah bisa digunakan untuk kegiatan antisipasi atau pencegahan penularan Covid-19. Pemkab menggandeng TNI dan Polri untuk menyuarakan sosialisasi kepada masyarakat agar mengenal apa itu Covid-19. Dan bagaimana cara pencegahan agar tidak tertular virus tersebut. 

Bupati menekankan bahwa dalam mengantisipasi Covid-19, pemkab sudah menyiapkan 23 ruang isolasi di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Alat pelindung diri (APD) untuk petugas medis tercukupi untuk bulan ini. Pemkab juga segera menerima APD tambahan yang disalurkan dari provinsi. (rm2/bun/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia