alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Berharap Atlet Tetap Berlatih Secara Mandiri

22 Maret 2020, 10: 05: 59 WIB | editor : Perdana

PULANG KAMPUNG: Atlet voli duduk NPC yang dipersiapkan untuk terjun di ajang APG 2020 di Filipina.

PULANG KAMPUNG: Atlet voli duduk NPC yang dipersiapkan untuk terjun di ajang APG 2020 di Filipina. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Ditundanya event ASEAN Para Games (APG) 2020 karena wabah virus korona di Filipina, tentu membuat pengurus National Paralympic Committee (NPC) Indonesia bimbang. Kabar terbaru yang mereka dapatkan, event yang rencananya digelar Mei mendatang tersebut harus diundur jadi Oktober. Padahal jadwal awal, multievent untuk atlet berkebutuhan khusus tersebut harusnya digelar pertengahan Januari lalu.

Situasi ini membuat NPC memutuskan untuk memulangkan atlet ke kota asalnya, dan untuk sementara waktu program pelatnas dihentikan sejenak. Ini juga lantaran Kota Solo masuk status kejadian luar biasa (KLB) korona. 

”Kami harapnanti setelah dipulangkan kekota asalnya, para atlet tetap berlatih secara mandiri. Kami akan berkoordinasi dengan pengurus NPC daerah untuk ikut memantau para atlet ini. Kami berharap setelah ada titik terang pelatnas dan keberangkatan ke APG Filipina, mereka sudah siap,” terang Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Rima Ferdianto.

NPC tak menampik, adanya wabah virus korona bisa membuat gaung APG tahun ini tak akan seheboh episode sebelumnya. Pihaknya juga berharap seluruh calon peserta tak ada yang absen nantinya. Yang paling utama tentu diharapkan wabah virus korona di seluruh dunia bisa cepat hilang dan kondisi bisa segera normal kembali.

”Kami berharap nanti juga tak ada negara peserta yang memutuskan absen. Kami tetap optimistis event ini berjalan dengan lancar. Jika ada peserta yang memutuskan membatalkan keikutsertaannya, tentu bisa membuat target bidikan medali kami berubah. Kami tetap menargetkan menjadi juara umum tentunya,” terang Ketua NPC Indonesia Senny Marbun.

Seperti yang diketahui sebelumnya Pemerintah Filipina selaku tuan rumah APG sudah menerapkan kebijakan lockdown. Bahkan sejak 1 Maret lalu, atlet APG tuan rumah sudah dipulangkan ke kota asalnya. 

NPC indonesia sendiri memutuskan untuk memulangkan sejenak atlet di pelatnas demi keamanan seluruh kontingan.

Tercatat dari 304 atlet pelatnas dari delapan cabor yang dipersiapkan untuk event APG Filipina. Jika 269 diantaranya dipersilahkan untuk pulang ke kota asalnya, ternyata 35 lainya yang mendapatkan tiket ke Paralympiade 2020 di Jepang Agustus mendatang, diputuskan tetap berada di Solo. Hal ini lantaran Paralympiade hingga hari ini tetap on schedule, dan belum ada informasi akan ditunda. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia