alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Telanjur Kulakan, Pasar Sabtu-Minggu Libur

22 Maret 2020, 09: 40: 59 WIB | editor : Perdana

LENGANG: Tenda-tenda PKL kosong mlompong kemarin (21/3). Biasanya tempat ini dipenuhi pedagang dan pengunjung. 

LENGANG: Tenda-tenda PKL kosong mlompong kemarin (21/3). Biasanya tempat ini dipenuhi pedagang dan pengunjung.  (RYAN AGUSTIONO/RADAR SOLO )

Share this      

KARANGANYAR – Pemkab Karanganyar memutuskan meliburkan pasar Sabtu dan Minggu di kawasan alun-alun dan sekitarnya mulai kemarin (21/3) hingga waktu yang belum ditentukan. Itu guna mengurangi kegiatan melibatkan massa dalam pencegahan penyebaran korona.

Petugas gabungan dinas perdagangan tenaga kerja koperasi (Disdagnakerkop) dan UKM, satpol PP, serta dinas perhubungan (Dishub) memasang spanduk sosialisasi liburnya pasar Sabtu-Minggu sekaligus melakukan pengawasan. 

Plt Kepala Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar Martadi mengaku telah menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada PKL pasar Sabtu-Minggu.

“Kami berikan edaran juga di grup WhatsApp. Responsnya bermacam-macam, karena itu mata pencaharian mereka. Kami memaklumi,” ungkapnya, Sabtu (21/3).

Sementara itu, untuk aktivitas perdagangan di pasar tradisional tetap dibuka. Namun, pedagang dan pengunjung ditegaskan selalu mencuci tangan dan menjaga jarak minimal dua meter, serta tidak melakukan jabat tangan. "Kami mengupayakan penyemprotan disinfektan di pasar tradisional,” jelasnya.

Kepala Satpol PP Karaganyar Yopi Eko Jati Wibowo mengatakan, pengawasan dilakukan sejak pukul 05.00. Pihaknya mendapati sejumlah PKL yang hampir membuka lapak. Namun segera diinformasikan bahwa pasar Sabtu-Minggu libur.  "Mereka langsung memahami dan balik kanan," tandasnya.

Yanto, 40, salah seorang PKL menilai pemberitahuan penutupan pasar Sabtu-Minggu dilakukan secara mendadak. "Seharusnya seminggu sebelumnya diberitahukan. Iya memang sudah diinfokan lewat grup WhatsApp, tetapi kan tidak semua PKL punya WhatsApp. Saya telanjur kulakan dagangan, ternyata malah dilarang berjualan. Ya mau bagaimana lagi, namanya juga sudah aturan, ya harus ditaati,” ujarnya. (ryn/wa)

(rs/it/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia