alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng
Update Kasus Positif Covid-19 di Jateng

1 Lagi Positif di Moewardi, Pernah Kontak Pasien Positif di Banyumas

23 Maret 2020, 06: 45: 22 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi

Ilustrasi

Share this      

SEMARANG – Daftar pasien di RSUD dr Moewardi Surakarta yang positif korona (Covid-19) terus bertambah. Pasien berjenis kelamin laki-laki ini dinyatakan positif setelah melakukan kontak dengan pasien yang dirawat di RSUD dr Margono Banyumas. 

Total hingga kini ada empat pasien positif Covid-19 masih dirawat di RSUD dr Moewardi dan dua lainnya telah meninggal. Dengan penambahan tersebut, maka di Jateng kini sudah 15 orang dinyatakan positif terjangkit virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok ini.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan, tren kenaikan virus korona ini dipastikan akan terus terjadi. Untuk itu, seluruh rumah sakit di Jawa Tengah diminta siap mengantisipasi lonjakan itu. “Hingga saat ini ada 2.416 ODP (orang dalam pemantauan), 196 PDP (pasien dalam pemantauan) telah dirawat dan positif sebanyak 15 orang. Tiga di antara yang positif itu meninggal dunia,” kata dia.

Seluruh rumah sakit di Jateng, lanjut Ganjar, diminta menghitung betul segala kebutuhan yang diperlukan. Apabila ada kekurangan misalnya alat pelindung diri (APD), VTM, masker, dan lainnya, pihak rumah sakit serta bupati/wali kota diminta berkomunikasi dengan pemerintah provinsi.

“Nanti kami akan ikhtiar mencarikan dengan cara berkomunikasi ke pusat atau mencari pabrikannya. Saya minta seluruh rumah sakit di Jateng disiplin komunikasi. Jangan teriak-teriak kurang dan membuat masyarakat khawatir,” tegasnya.

Pihaknya menegaskan tidak tinggal diam dengan kondisi yang ada. Bahkan pagi tadi, seluruh jajaran Pemprov Jateng menggelar rapat untuk mencarikan solusi atas persoalan ini. “Hari Minggu kami tetap rapat dan mencari solusinya. Kami tidak tinggal diam dan akan terus berusaha semampu kami,” tegasnya.

Tidak hanya persiapan rumah sakit, Ganjar juga meminta seluruh bupati/wali kota di Jateng diperintahkan terus bergerak melakukan tracking. Ini harus dilakukan secara serius untuk menanggulangi penyebaran virus korona.

“Saya minta kawan-kawan bupati/wali Kota serius melakukan penelusuran. Masyarakat juga kami minta terbuka menyampaikan informasi kepada kami, apabila pernah melakukan kontak dengan pasien yang positif itu,” ucapnya.

Bupati/wali kota, lanjut Ganjar, juga harus terus melakukan tindakan preventif sampai ke tingkat bawah. Mereka diminta melibatkan unsur pemerintahan sampai tingkat bawah seperti RT/RW, lurah, camat, kelompok PKK, dasa wisma hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Tidak boleh tinggal diam, harus bergerak melakukan langkah preventif agar masyarakat sadar sadar akan pentingnya menjaga diri dan keluarga dari penularan virus korona,” ujarnya. (bun/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia