alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Jateng Berhasil Produksi APD Sendiri, Standar Pabrik Biaya Lebih Hemat

23 Maret 2020, 11: 42: 26 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengenalkan APD buatan RSUD dr Moewardi.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengenalkan APD buatan RSUD dr Moewardi.

Share this      

SEMARANG – Jateng akhirnya bisa mengatasi persoalan minimnya alat pelindung diri (APD) yang dipakai khusus para tenaga medis untuk menangani pasien korona (Covid-19). Sebab, kini Jateng bisa memproduksi APD sendiri.

APD tersebut diproduksi RSUD dr Moewardi Surakarta. APD tersebut dibuat menggunakan bahan standar pabrikan yakni polypropylene spundbound. Hingga kini, RSUD dr Moewardi mampu memproduksi 200-250 pack APD per hari.

"APD ini sulit dicari, bahkan di beberapa daerah ada yang teriak-teriak kekurangan APD sampai pakai mantel. Kami kemudian berinovasi mencari bahan seperti yang dibuat pabrikan. RSUD dr Moewardi berhasil membuat inovasi dan kreativitas dengan membuat APD sendiri. Hasilnya sama dengan yang dijual pabrikan dan harganya jauh lebih murah," kata Ganjar saat mengenalkan APD buatan Jateng di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Senin (23/3).

Setelah APD terpenuhi, kini Jateng tengah berusaha mencari terobosan baru memproduksi masker. Sementara untuk hand sanitizer sudah bisa dipenuhi karena beberapa perusahaan dan pelajar mampu membuat.

"Silakan rumah sakit di seluruh Jateng koordinasi dengan dinkes apabila kekurangan APD. Kalau ada yang ingin belajar membuatnya sendiri juga boleh, datang langsung ke Moewardi," tegas Ganjar.

Menurut dia, sudah saatnya pemerintah daerah berusaha berinovasi dan berkreasi guna menangani penyebaran virus korona ini. Bukan hanya mengandalkan dan berpangku tangan kepada pemerintah pusat.

"Kalau bisa pemerintah daerah membantu pusat. Harus kreatif dan inovatif untuk memecahkan masalah sendiri. Yakinlah, dengan doa, ketekunan dan kemauan, semua pasti ada jalan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr Moewardi Surakarta Bambang S.W. mengatakan, ide pembuatan APD tersebut berawal dari kesulitannya mencari APD di pabrikan. Pihaknya kemudian mencari referensi bahan yang digunakan pabrikan untuk membuat APD.

"Ternyata bahannya ada. Kemudian kami beli dan kami jahit sendiri. Hasilnya ternyata bagus dan sesuai standar," ucapnya.

Dalam sehari, pihaknya mampu memproduksi 200-250 pack APD. APD itu kemudian digunakan untuk keperluan pribadi rumah sakit.

"Kalau rumah sakit lain membutuhkan, kami juga siap membantu. Kalau ada yang mau belajar membuatnya, kami juga siap mengajari," tegasnya.

Meski dibuat sendiri, namun standar dan prosedur keamanan tetap diterapkan. Sebelum dibuat, para penjahit juga sudah dipastikan dalam kondisi sehat, bersih, dan melakukan cuci tangan.

Berapa biaya untuk memproduksi APD itu? Bambang menjelaskan, biaya pembuatan satu APD hanya kurang dari Rp 50 ribu. Biaya tersebut lebih hemat jika dibandingkan dengan harga APD di pabrikan seitar Rp 150 ribu.

"Selain mahal, barangnya juga sulit. Maka, dengan kami berhasil membuat APD sendiri, ini akan mampu mengatasi persoalan minimnya APD," pungkas Bambang. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia