alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Karanganyar Klaim Masih Bebas Korona, 1 PDP Sembuh 4 Karantina Mandiri

23 Maret 2020, 12: 03: 55 WIB | editor : Perdana

Bupati Karanganyar Juliyatmono (tiga dari kiri) tegaskan Karanganyar belum ada kasus positif Covid-19.

Bupati Karanganyar Juliyatmono (tiga dari kiri) tegaskan Karanganyar belum ada kasus positif Covid-19. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Meski sempat muncul kabar warga terjangkit virus Covid-19 (korona) beberapa waktu lalu, Pemkab Karanganyar mengklaim Bumi Intanpari bebas dari korona. Upaya pencegahan terus dilakukan dengan penyemprotan disinfektan ke ruang publik hingga menggalakkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Bupati Juliyatmono mengatakan, hingga kini tidak ada masyarakat Karanganyar yang dinyatakan positif virus Covid-19. Namun demikian, pemerintah bersama TNI dan Polri tetap melakukan langkah preventif dan pencegahan terhadap munculnya wabah Covid-19.

”Hingga hari ini (kemarin,Red), dari laporan DKK (dinas kesehatan) belum ada satu pun warga Karanganyar yang terpapar positif Covid 19. Mudah-mudahan seterusnya kita terbebas dari korona,” tegas bupati kemarin, (22/3).

Bupati menambahkan, upaya pencegahan dan sosialisasi terhadap masyarakat terus ditingkatkan. Baik dengan memberikan woro-woro atau pengumuman secara lisan melalui puskesmas keliling, penyemprotan disinfektan ke fasilitas umum, lalu imbauan untuk rajin cuci tangan menggunakan hand sanitaizer serta pola sosial distracting.

”Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) itu sebagai pemegang tugas untuk pengendalian operasional kegiatan pencegahan. Selama tiga hari ini kami sudah bekerja dengan baik, melakukan penyemprotan secara periodik. Silakan camat dan kepala desa juga melakukannya,” jelas bupati.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karangayar Purwanti mengatakan, hingga kemarin ada tiga pasien dalam pengawasan (PDP) kasus Covid 19. Seorang di antaranya dirawat di RSUD dr Moewardi Surakarta dan seorang PDP lagi juga dalam perawatan. Sementara satu PDP sudah dinyatakan sembuh, yang merupakan warga asli Karanganyar.

”Dua orang yang menjalani perawatan itu mereka orang dari luar daerah Kabupaten Karanganyar,” terang Purwanti.

Dia menambahkan, 66 orang yang pulang dari luar kota telah menjalani proses screening. Sebanyak 14 orang di antaranya berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Di mana empat orang menjalani karantina mandiri.

”Mereka baru pulang dari Goa, Sulawesi Selatan dalam acara Ijtima ulama. Hasilnya, empat orang menjalani isolasi mandiri dan mereka telah bersedia. Sementara satu orang berstatus ODP kami bawa ke Moewardi, kami menunggu hasil diagnose dari dokter paru-paru. Dimungkinkan yang bersangkutan kelelahan karena sudah cukup umur,” ungkap Purwanti. (rud/adi/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia