alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis
Kadin Paradigma Baru

Berdayakan UMKM Agrobisnis

23 Maret 2020, 15: 10: 09 WIB | editor : Perdana

Berdayakan UMKM Agrobisnis

USAHA agrobisnis bisa jadi bisnis yang dapat dikembangkan mulai dari hulu hingga ke hilir. Seperti halnya bisnis rintisan CV Rahman Sabitra yang merupakan salah satu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan Kadin Sukoharjo. UMKM yang berlokasi di Kartasura, Sukoharjo ini memiliki produk unggulan bernama Assa Bio Plus. Pengembangan dari produk ini ada sebanyak 13 turunan produk. Dengan klasifikasi untuk pertanian, peternakan, perikanan, pupuk organik hingga pengurai limbah organik.

“Bisnis ini sebenarnya mulai saya rintis sejak tahun 1996, namun seiring terjadinya gejolak perekonomian di Tanah Air, maka baru tahun 2004 bisnis ini bangkit lagi hingga sekarang. Terlebih setelah industri agrobisnis kembali menggeliat dan tumbuh,” papar Owner CV Rahman Sabitra, Sahming S. Tobing.

Kendati masih berstatus UMKM, namun distribusi produknya sudah mulai merambah diseluruh pulau Jawa dan Bali serta Sumatera terutama wilayah Palembang. Ke depan, pihaknya akan melakukan pengembangan bisnis dari hasil implementasi produk yang dikelolanya. Yaitu berupa telur organik dan beras organik serta daging ikan dan ayam.

“Saat ini baru kita data kapasitas hasil produksinya, lewat mitra binaan petani dan peternak di beberapa daerah. Guna memperkuat hal itu, maka setiap tahun kita selalu mengeluarkan produk baru seiring perkembangan industri agrobisnis,” jelas S. Tobing.

Sementara itu, Ketua Kadin Sukoharjo, Yusuf Rahman S. mengatakan, pendampingan dan pembinaan yang akan dilakukan Kadin Sukoharjo yaitu terkait pemasaran dan permodalan. Termasuk mempertemukan dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) terkait permodalan agar pengembangannya lebih tepat.

“Terkait pemasaran hasil produk ini, Kadin akan berusaha membantu setiap UMKM binaan, agar harga produk di pasaran bisa stabil, terutama di tingkat petani dan peternak. Termasuk menampung produk turunan yang dihasilkannya untuk dipasarkan di seluruh Indonesia,” ungkap Yusuf Rahman. (edy)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia