alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola

Jersey Persis Tetap Usung Budaya Lokal

24 Maret 2020, 17: 01: 25 WIB | editor : Perdana

Jersey Persis Tetap Usung Budaya Lokal

SOLO - Jersey Persis Solo musim 2020 resmi dirilis. DJ Sport sebagai apparel Persis ternyata tetap mempertahankan nuansa budaya Kota Solo. Selama empat musim terakhir, motif batik khas Kota Bengawan selalu menghiasi jersey Persis.

Namun kali ini motif batiknya hampir memenuhi seluruh bagian jersey. Bagian depan dan belakangnya tergambar batik kawung yang identik dengan eksterior Stadion Manahan. Beda halnya dengan jersey musim 2017 silam yang hanya sekelumit motif batiknya, tepatnya di bagian pundak.

Pada musim 2018 sempat kembali dominan, gradasi warnanya memenuhi bagian depan. Namun musim lalu, motifnya kembali minimalis. Yakni di bagian dada dan samping saja.

”Jersey Persis Solo musim 2020 ini terasa sangat spesial untuk DJ Sport. Sudah 4 tahun kami memimpikan untuk menjadi apparel partner tim kebanggan masyarakat Solo ini, dan akhirnya kesampean di tahun 2020 ini,” beber owner DJ Sport Apparel, Dimas Yustisia Putra.

Jersey itu dirancang sudah sejak November 2019. Filosofi jersey terinspirasi dari motif batik kawung yang terdapat di Stadion Manahan. Itu menunjukkan kembalinya Persis ke rumah aslinya di Solo. Mengingat selama 1,5 musim terakhir bermain di luar kota sebagai tim musafir.

”Itu yang membuat gagasan menjadikan Manahan Solo sebagai sumber inspirasi desain. Kata "Back To Home" mungkin menjadi tema dalam desain jersey Persis tahun ini,” imbuhnya.

Kolektor jersey Persis Solo juga menyambut jersey baru Laskar Sambernyawa. Mereka tidak sabar ingin segera memburu jersey tersebut. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak mengurangi kesan elegan di dalamnya.

”Secara desain memang keren, warna merah yang diberi sentuhan putih di beberapa sisi sangat elegan. Pemberian corak batik kawung Solo di dalam jersey ini sangat indah dan menarik hati. Tapi yang perlu diperhatikan pemasangan logo sponsor jangan asal-asalan,” beber Muhammad Badres, salah satu kolektor jersey Persis.

Menurutnya, penempatan logo sponsor harus sesuai porsi. Meski sponsor punya hak untuk meminta lokasi penempatan logonya, namun tetap harus memperhatikan estetika. Jangan sampai logo sponsor justru merusak desain yang sudah bagus.

”Itu perlu melihat jersey-jersey klub luar negeri,” terangnya.

Selain itu dia melihat tulisan Bikin Solo Bangga di punggung atas bisa menambah motivasi pemain waktu mengenakannya. Bisa jadi, jersey musim ini menjadi salah satu jersey yang paling diburu para kolektor jersey.

”Semoga jersey ini juga yang menjadi saksi sejarah naiknya Persis ke kasta tertinggi sepakbola nasional,” tandasnya. (adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia