alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features
Batalkan 2.500 Undangan

Cerita Calon Pengantin Tunda Resepsi Pernikahan Akibat Covid-19

Menangis Seharian di Kamar

24 Maret 2020, 17: 37: 13 WIB | editor : Perdana

BERBESAR HATI: Indah Subekti  dan Ady Imron Rosyadi terpaksa menunda resepsi pernikahan.

BERBESAR HATI: Indah Subekti  dan Ady Imron Rosyadi terpaksa menunda resepsi pernikahan.

Share this      

Tidak ada yang paling bahagia bagi calon pengantin selain bersanding di kursi pelaminan. Namun bagaimana bila impian yang sudah cita-citakan ini mendadak harus ditunda. Padahal persiapan sudah matang. Inilah yang dialami Indah Subekti dan Imron Rosyadi. Seperti apa ceritanya?

IWAN ADI LUHUNG, Wonogiri, Radar Solo

INDAH Subekti, 25, hanya bisa menghela napas panjang saat mendengar kabar resepsi pernikahannya terpaksa harus ditunda. Ini setelah ada imbauan dari pemerintah agar tidak menyelenggarakan pesta hajatan demi mencegah meluaskan persebaran virus korona. Padahal, semua tetek bengek persiapan resepsi sudah dipesan. 

“Ya, ada imbauan dari kepala desa karena Covid-19 ini. Dari situ acara resepsi kembali ditimbang-timbang oleh keluarga kami,” jelas gadis asal Desa Pandan, Slogohimo ini.

Keluarga kemudian mulai membahas bagaimana kelanjutan resepsi pernikahan dia dengan calon suami. Keluarganya lantas berkonsultasi dengan pihak penyedia gedung yang juga kebetulan menyiapkan makanan untuk resepsi pernikahan. 

Hasilnya, dari pihak penyedia gedung masih memperbolehkan diadakan resepsi, namun ada syarat-syarat yang harus dipenuhi pihak keluarga. Pihak keluarga diminta menyediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan. Selain itu, pihaknya juga diminta menyiapkan alat pengukur suhu tubuh bagi para tamu undangan.

Syarat lainnya yang harus dipenuhi agar bisa tetap menyelenggarakan resepsi sesuai tanggal awal adalah tidak diperkenankan dilakukan jabat tangan, tempat duduk para tamu undangan dipisah sejauh satu meter dan hidangan yang diberikan diganti dengan nasi kotak.

“Sedih sekali rasanya, penginnya resepsi itukan bersenang-senang, tapi malah seperti ini, nggrantes di hati,” tutur gadis yang akrab disapa Onad ini.

Setelah mendapatkan masukan tersebut, pihak kedua mempelai pun berembug. Akhirnya diputuskan untuk menunda resepsi pernikahan anak mereka. Namun, untuk prosesi akad nikah tetap akan dilangsungkan antara 30 atau 31 Maret di Kantor Urusan Agama (KUA) Slogohimo.

Setelah mendengar kabar pembatalan resepsi ini, gadis cantik ini mengaku sempat menangis seharian karena rencana penundaan resepsi pernikahannya. Namun, demi kebaikan bersama dia dan calon suami akhirnya ikhlas menerima.

Dalam prosesi ijab qabul nanti hanya keluarga kedua mempelai yang diundang. Onad pun mewanti-wanti kepada semua temannya agar tidak datang ke prosesi akad nikahnya karena kondisi tidak memungkinkan.

Sebenarnya untuk pesta resepsi ini sudah disiapkan segalanya. Mulai dari vendor untuk dekorasi, foto, make up artist dan hiburan. Beberapa di antaranya sudah dibayar lunas. Beruntung, seluruh vendor bisa menerima keputusan tersebut dan akan tetap digunakan ketika resepsi dijadwal ulang kelak. Sewa gedung dan katering juga terkendali. Sebab, pembayaran dilakukan setelah resepsi selesai dilakukan.

Terkait penundaan resepsi, Onad juga telah memberitahukan kepada 2.500 tamu undangan. Memanfaatkan media sosial, dia dan keluarganya menghubungi para tamu undangan. Selain itu, para tetangga juga diminta memberitahukan tetangga yang lain secara gethok tular.

Ady Imron Rosyadi, 25, calon mempelai pria juga merasakan kekecewaan terkait penundaan resepsi pernikahannya. “Rasa kecewa ada, tapi yang paling sedih calon istri saya. Tapi kita sudah sama-sama pahamlah sekarang, ini demi kepentingan umum juga,” jelas dia.

Baik Onad maupun Imron, mereka kompak memiliki harapan yang sama. Yakni, wabah Covid-19 ini segera berakhir sebelum Ramadan. Sehingga mereka dapat segera menjadwalkan ulang acara resepsi yang diidam-idamkannya. (*/bun)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia