alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Bupati Sukoharjo Tetapkan Status KLB 

24 Maret 2020, 17: 48: 45 WIB | editor : Perdana

Bupati Sukoharjo Tetapkan Status KLB 

SUKOHARJO – Munculnya satu pasien positif korona (Covid-19) menjadi landasan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menetapkan kejadian luar biasa (KLB) Covid-19. Sebelumnya pasien pernah ikuti outbond di suatu tempat.

Hal ini disampaikan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya usai menggelar rapat koordinasi penanganan korona Senin kemarin (23/3). Wardoyo mengatakan, data kasus korona di Kota Makmur, hingga 22 Maret 2020 ada 45 orang dalam pemantauan (ODP), enam pasien dalam pengawasan (PDP) dan satu kasus terkonfirmasi positif korona. 

Seluruh Kecamatan kecuali Bendosari telah ada ODP, kemudian PDP di Kecamatan Baki, Grogol, Polokarto, Mojolaban dan Nguter. “Mempertimbangan perkembangan kasus ini, kami menyatakan status kejadian luar biasa,” kata Wardoyo, Senin (23/3).

Lebih lanjut dikatakan Wardoyo, pihaknya menjamin biaya perawatan pasien Covid-19 baik ODP atau PDP. Baik penduduk Sukoharjo maupun dari luar kabupaten, termasuk mereka yang dirawat di fasilitas kesehatan pertama sampai rumah sakit. Baik swasta maupun rumah sakit milik pemerintah.

“Dinas kesehatan telah melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap semua PDP dan pasien terkonfirmasi positif korna dalam upaya mengendalikan penyebaran. Semua yang pernah kontak erat dengan PDP atau terkonfirmasi positif dilakukan pemeriksaan kesehatan, pantauan kesehatan dan isolasi mandiri di rumah,” katanya.

Wardoyo menyebut, saat ini ketersediaan alat pelindung diri (ADP) di setiap rumah sakit sangat terbatas. Dinas kesehatan (dinkes) dan manajemen rumah sakit berupaya memenuhi APD bila ke depan terjadi lonjakan pasien.

“Seluruh rumah sakit, baik swasta dan pemerintah di Sukoharjo berkomitmen merawat pasien Covid-19. Baik ODP atau PDP sesuai ketentuan teknis Kementerian Kesehatan,” ujarnya. 

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sukoharjo Gani Suharto mengatakan, dari total 45 ODP, rawat jalan di rumah 25 orang, rawat inap di rumah sakit 14 orang, dan sembuh enam orang. Kemudian PDP rawat inap ada lima orang, meninggal satu dan belum ada yang sembuh.

“Yang meninggal ini adalah pasien RSUD Dr Moewardi yang positif korona. Sebelum di rujuk ke sana (RSUD Dr Moewardi) kan pernah di rawat di rumah sakit wilayah Sukoharjo. Tapi bukan warga Sukoharjo,” kata Gani.

Kemudian, untuk kasus konfirmasi positif, saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Dr Moewardi. Hasil tracking atau pelacakan tim pemkab, pasien pernah mengikuti outbound di salah satu tempat. “Yang saya dengar, ada salah satu institusi yang menggelar outbound,” ujar Gani.

Di bagian lain, Pemkot Surakarta mendorong keterlibatan sektor swasta dalam penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Surakarta. Tempat hiburan diminta tidak beroperasi sementara, sedangkan pusat perbelanjaan diminta membatasi jam operasional.

Langkah tersebut dinilai efektif untuk mengurangi kerumunan banyak orang. Saat ini pemkot melihat masih banyak tempat hiburan masih beroperasi dengan jumlah pengunjung relatif banyak. Untuk mempertegas imbauan tersebut, dalam waktu dekat pemkot akan mengeluarkan surat edaran (SE) tentang jam operasional tempat hiburan dan pusat perbelanjaan.

“Bioskop, karaoke dan tempat hiburan lainnya untuk sementara tutup dulu. Ini juga tuntutan masyarakat. Pokoknya kerumunan dihindari, pokoknya jangan sampai Solo ini dibubarkan polisi,” kata Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo saat ditemui di sela-sela penyemprotan disinfectant di SMPN 14, Senin (23/3).

Sektor swasta, lanjut Rudy, semestinya peka dan responsif terhadap kondisi lingkungan saat ini. Mereka semestinya secara sadar untuk membantu pemerintah dalam upaya menekan jumlah penyebaran Covid-19. Bahkan tanpa surat dari pemkot langkah penutupan itu dapat dilaksanakan. “Tapi kalau perlu surat edaran kita siapkan,” tegasnya.

Pemkot terus berkoordinasi lintas sektor untuk menekan penyebaran Covid-19. Terakhir, Minggu (22/3) pemkot melakukan evaluasi sepekan status KLB. Pada pekan pertama, pemkot mencatat melayani karantina mandiri sebanyak 82 orang. Bantuan logistik dan medis untuk warga karantina tersebut terus diberikan melalui dinkes. Bahkan pemkot menyediakan anggaran tambahan untuk keperluan pemenuhan logistik serta antisipasi penyebaran korona.

“Kebutuhan makan, sembako, kebutuhan vitamin dan masker. Anggaran yang kami keluarkan Rp 4,5 miliar. Untuk rumah sakit masih kita hitung,” katanya.

Evaluasi akan dilaksanakan pada 29 Maret mendatang. Salah satu agenda penting dalam evaluasi tersebut adalah diperpanjang atau tidaknya status  KLB di Kota Bengawan. ”Kalau melihat perkembangan di Solo sebenarnya landai. Karantina mandiri tetap 82 orang. Yang meninggal itu kan bukan orang Solo semua. Orang luar yang dirujuk ke Solo, rumah sakitnya di Solo. Keputusannya apakah diperpanjang atau tidak itu nanti 29 Maret,” tandasnya.

Terkait pengendalian penularan Covid-19, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kemarin mengadakan video conference (vicon) dengan 35 kepala dinas kesehatan dan 59 direktur rumah sakit se Jawa Tengah. Wakil Wali Kota Achmad Purnomo memimpin vicon yang digelar di Ruang Natapraja Balai Kota Surakarta, kemarin. Kegiatan tersebut diikuti oleh Sekretaris Daerah Ahyani,  Kepala Dinkes Siti Wahyuningsih dan 18 direktur rumah Sakit di Kota Surakarta.

Ahyani yang menjabat ketua gugus tugas penanganan Covid-19 menjelaskan, jika Kota Solo sudah menyiapkan lima rumah sakit sebagai rumah sakit rujukan lini kedua untuk penanganan pasien korona. Rumah sakit ini siap membantu RSUD Dr Moewardi yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan lini pertama untuk penanganan penanganan korona.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, bagi siapa saja yang mengetahui pabrik APD , bisa menghubunginya. Selain itu, gubernur juga mengatakan RSUD Bung Karno Solo bisa dijadikan backup secara bertahap untuk pasien korona.

“Solo harus siaga betul karena posisinya sebagai daerah rujukan. Hal ini perlu tindakan ekstra cepat. Setelah vicon ini selesai, saya mohon segera ditindaklanjuti segera menyiapkan bed seat di RSUD Bung Karno”, jelas Ganjar. (kwl/bun)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia