alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Keluyuran, Siswa Akan Dikarantina Di Kantor Satpol PP selama Semalam 

24 Maret 2020, 18: 05: 34 WIB | editor : Perdana

TARGET RAZIA: Dua pelajar bermain di luar rumah selama diterapkan pembelajaran daring sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19. 

TARGET RAZIA: Dua pelajar bermain di luar rumah selama diterapkan pembelajaran daring sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Masih ada sejumlah siswa yang kedapatan keluyuran selama penerapan pembelajaran di rumah. Merespons fenomena tersebut pemkot bersikap tegas. Akan mengarantina para siswa yang nekat berkeliaran.

Itu ditegaskan Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo. "Belajar di rumah itu porsinya tidak akan berkurang dengan (belajar) di sekolah. Anak belajar di sekolah selama lima jam. Ini diganti dengan materi daring (dalam jaringan) dan pekerjaan rumah dari guru. Jadi tidak usah sambat orang tuanya. Ini kan maksudnya biar anak nggak keluyuran," terang Rudy, Senin (23/3).

Menurut wali kota, pembelajaran di rumah lebih efisien. Orang tua tidak perlu memberi uang saku dan sebagainya. Tapi, jangan menganggap anak-anak diliburkan. Tetap belajar di rumah dan menerapkan social distancing, menjaga jarak dari kerumunan. Bukan malah keluyuran.

Sebab itu, pemkot mengerahkan personel satpol PP untuk melakukan razia. Anak-anak yang terjaring razia akan dikarantina di kantor satpol PP. "Biar jera. Anak-anak yang nekat berkeliaran akan dikarantina di kantor satpol PP semalaman. Biar kapok," tegas Rudy.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Etty Retnowati mengatakan, belum ada rencana memperpanjang pembelajaran daring yang berakhir 28 Maret. 

“Materi pembelajaran sudah disiapkan oleh pendidik. Sesuai perencanaan dan penjadwalan materi pembelajaran. Pendidik juga memberikan bahan sebagai tugas siswa di rumah. Jadi dengan begitu anak tidak keluar rumah," katanya.

Kasi Penyelidikan, Penyidikan, Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kota Surakarta Sapto Budi Santosa mengatakan, razia pelajar yang keluyuran mengacu surat edaran (SE) wali kota Surakarta dan disdik bahwa pelajar melakukan pembelajaran daring di rumah. 

Target razia yakni warung, tempat tongkrongan, dan tempat game online. “Kami pantau terus jika ada siswa yang bergerombol di luar rumah," terangnya. Satpol pp juga akan melaporkan pelajar yang keluyuran ke pihak sekolah. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia