alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Klaim Siapkan 50 Truk Angkut Aset Sriwedari

24 Maret 2020, 18: 19: 18 WIB | editor : Perdana

DI PUSAT KOTA: Lahan Sriwedari yang disengketakan pemkot dan ahli waris RMT Wirjodiningrat selama 50 tahun terakhir.

DI PUSAT KOTA: Lahan Sriwedari yang disengketakan pemkot dan ahli waris RMT Wirjodiningrat selama 50 tahun terakhir. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Hari ini, Selasa (24/3), kali ketiga digelar rapat koordinasi dalam rangka eksekusi lahan Sriwedari di kantor Pengadilan Negeri (PN) Surakarta. Ahli waris RMT Wirjodiningrat berharap pertemuan ini menghasilkan kepastian waktu eksekusi lahan seluas sekitar 10 hektare.

Kuasa hukum ahli waris RMT Wirjodiningrat, Anwar Rachan mengatakan, untuk pengamanan eksekusi membutuhkan sedikitnya 3.000 personel.

“Kami matangkan lagi terutama teknis eksekusi,” ucapnya. Ahli waris juga menyiapkan sekitar 500 tenaga kasar untuk mengangkut semua barang dari bangunan yang berdiri di atas lahan Sriwedari. Termasuk koleksi Museum Radya Pustaka maupun Museum Keris. “Jadi memang tidak ada pembongkaran, tapi pengosongan harus dilakukan,” ujarnya.

Selain tenaga kasar, Anwar mengklaim sudah menyiapkan tempat untuk menampung barang-barang dari museum dan lainnya. Namun dia enggan menyebut persis lokasinya. Hanya saya masih di wilayah Kota Bengawan.

“Kami tahu, paham, banyak koleksi yang berharga dan kental dengan nilai sejarahnya. Untuk itu, nanti saat pemindahan, akan kami buat berita acara. Kami buat video mulai dari pengangkatan per barang hingga tiba di tempat penampungan sementara.  Setelah itu, bangunan (tempat penampungan) kami kunci dan segel. Kami tempatkan orang untuk menjaganya,” beber dia.

Anwar menyebut menyediakan sedikitnya 50 unit truk pengangkut. “Tapi kalau tidak percaya (persiapan yang telah dilakukan ahli waris), silakan mulai sekarang barangnya dipindah sendiri. Tidak apa-apa, tapi cari tempat sendiri. Sesuai putusan, setelah lahan Sriwedari dikosongkan lalu diserahkan kepada ahli waris. Setelah itu, ya terserah ahli waris tanah itu mau digunakan untuk apa. Monggo-monggo saja, urusan saya dengan PN sudah selesai setelah eksekusi,” beber dia.

Ditambahkan Anwar, dia mengaku siap menjadi mediator apabila pemkot hendak melakukan komunikasi dengan ahli waris Sriwedari. Namun harus menunggu proses eksekusi selesai.

Terpisah, Humas PN Surakarta Azharyadi menuturkan, tidak ada batasan berapa kali rapat koordinasi eksekusi Sriwedari digelar. “Ya harapan kami, semoga besok itu (hari ini) sudah dapat disepakati jadwal eksekusi terkait teknis pengosongan lahan Sriwedari,” ucap dia. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia