alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Kaum Boro Diminta Ikut Pro Aktif

24 Maret 2020, 18: 45: 01 WIB | editor : Perdana

JUJUKAN: Armada bus tiba di Terminal Giri Adipura Wonogiri. Transportasi publik ini menjadi salah satu pilihan kaum boro pulang kampung.

JUJUKAN: Armada bus tiba di Terminal Giri Adipura Wonogiri. Transportasi publik ini menjadi salah satu pilihan kaum boro pulang kampung. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

PENANGGULANGAN Covid-19 tidak cukup mengandalkan pemerintah. Harus ada upaya dari seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum boro. Mereka diminta pro aktif menjaga kesehatan. Terutama ketika memutuskan pulang kampung atau hendak berangkat ke perantauan.

Demikian dituturkan Bupati Wonogiri Joko Supoto. Menurutnya, kaum boro atau perantau sudah menjadi budaya di Kota Sukses. “Ada warga yang pulang dari perantauan dan juga berangkat ke perantauan. Kami tidak gagap menanggapi hal tersebut,” ujarnya, Senin (23/3).

Mengingat mobilitas kaum boro cukup tinggi, infrastruktur medis telah disiapkan mengantisipasi hal tak diharapkan. Pemkab juga melakukan upaya preventif untuk sosialisasi hingga tingkat RT. 

Dari sosialisasi tersebut diharapkan memunculkan pemahaman masyarakat dan berlanjut tindakan preventif. “Responsnya seperti apa? Semisal pulang dari Jakarta kemudian merasa memiliki gangguan klinis seperti batuk dan sesak napas, mereka bisa segera memeriksakan diri ke puskesmas," jelas bupati.

Dengan adanya kesadaran tersebut, tugas petugas medis dapat lebih terbantu karena tidak perlu mengecek kondisi kesehatan perantau yang pulang kampung satu per satu.

“Karena ini (kaum boro) sebuah kultur, maka kami lakukan pendekatan secara kultural," tutur Joko Sutopo. Itu pula yang menjadi pertimbangan bupati dalam memilih media sosialisasi yang berbasis kultural, sehingga masyarakat mudah dalam memahami sosialisasi dari pemerintah. 

Upaya lainnya, pemkab merangkul tokoh masyarakat aktif menyuarakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dengan begitu, kesadaran para perantau dan warga dapat terbentuk dalam mengantisipasi Covid-19. (rm2/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia